Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah melakukan peninjauan secara door to door ke sejumlah rumah warga, sekolah, dan lingkungan masyarakat di wilayah Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Senin (28/9).
Peninjauan dilakukan di sejumlah titik, yakni RT 09, 10, 02 RW 02, SDN Meruya Selatan 03, SMPN 206 Jakarta, serta RT 04/RW 09. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan penerapan TPS-3R percontohan di wilayah Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan.
Menurutnya, sebelum TPS-3R percontohan beroperasi, pihaknya memastikan wilayah yang nantinya menggunakan fasilitas tersebut telah menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya.
“Dalam rangka mempersiapkan TPS-3R percontohan di Meruya Selatan, kami memastikan empat kelurahan yang jangkauannya membuang sampah ke TPS-3R ini sudah melakukan pemilahan sampah,” ujar Iin.
Dijelaskan Iin, penerapan pemilahan sampah di tingkat RW memiliki kondisi yang beragam. Sejumlah RW telah mampu melakukan pengelolaan secara mandiri, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah, sedangkan RW lainnya masih membutuhkan pembinaan secara bertahap.
“Untuk RW yang masih dalam proses atau persiapan, kami melakukan pembinaan secara berjenjang dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahan bersama LH. RW sebagai manajer melibatkan perangkat wilayah seperti RT untuk mengajak masyarakat memilah sampah,” jelasnya.
Dari hasil peninjauan, Iin menemukan masih adanya warga yang belum memahami secara utuh jenis sampah yang harus dipilah. Karena itu, ia meminta sosialisasi dilakukan dengan memberikan contoh konkret agar lebih mudah dipahami masyarakat.
“Sering kali kita hanya menyebut sampah organik, tetapi tidak memberikan contoh. Misalnya sampah organik berupa daun dan sisa makanan. Dengan memberikan contoh, masyarakat akan lebih mudah memahami dan terbiasa,” katanya.
Selain permukiman warga, Iin juga meninjau penerapan pemilahan sampah di SDN Meruya Selatan 03 dan SMPN 206 Jakarta. Ia menilai kedua sekolah tersebut sudah mulai melakukan pemilahan, tetapi masih ditemukan sampah yang kembali tercampur di tempat penampungan.
Iin meminta sekolah membentuk tim khusus yang melibatkan para siswa untuk mengawasi dan menjaga pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
“Kalau anak-anak didik ikut terlibat dan merasa sekolahnya adalah rumah yang harus dijaga kebersihannya, mereka pasti lebih mau diajak dan diberikan apresiasi,” ujarnya.
Iin juga menekankan pentingnya konsistensi seluruh perangkat wilayah dan keterlibatan kader PKK serta Dasawisma dalam mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah.
Ia menambahkan, pemilahan sampah tidak harus menggunakan wadah khusus, masyarakat dapat memanfaatkan barang yang sudah tersedia di rumah, seperti wadah makanan bekas, kaleng, atau ember yang tidak terpakai.
“Tidak perlu membeli tempat baru. Gunakan saja tempat makanan, kaleng, atau ember yang tidak digunakan. Satu untuk sampah dapur dan satu lagi untuk plastik,” jelasnya.
Sementara itu, Iis (63) salah seorang warga RT 10/RW 02 Meruya Selatan, mengaku telah melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak lama di rumahnya.
“Saya sudah lama pilah sampah secara mandiri. Semoga warga yang lain bisa menerapkan pilah sampah dari rumah,” ujar Iis.
Dalam peninjauan door to door, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah berbincang dengan masyarakat yang didampingi Plt Ekbang Jakarta Barat, Depika Romadi, Kabag PLH, Hermawan, Kasudis PPAPP, Dian Anggraini Susanthy, Camat Kembangan, Mochammad Fahmi Karsawijaya, Lurah Meruya Selatan, Muhammad Maizar, dan unsur tokoh masyarakat yang lainnya. (Wan)





