Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah melakukan peninjauan aktivitas pengolahan dan pemilahan sampah sekaligus penataan lingkungan di Komplek Hankam RW 02 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (18/9).
Kunjungan diawali dengan melakukan senam bersama warga Komplek Hankam RW 02 Kelurahan Palmerah. Iin didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Barat, Camat Palmerah, Febiandri Suharto, para lurah se-Kecamatan Palmerah, Satpol PP, FKDM, tokoh masyarakat, serta pengurus RW 02.
Usai senam, Wali Kota Jakarta Barat mengunjungi aktivitas tempat pengolahan sampah organik, yakni sisa olahan dapur, yang dibuat menjadi pelet serta meninjau program kampung iklim (proklim) RW 02. Lokasinya berjarak 100 meter dari TPS.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi keaktifan warga RW 02 dalam menjaga aset lingkungan melalui kegiatan urban farming dan pengelolaan sampah.
"Kehadiran saya banyak agenda. Pagi silaturahmi, olahraga senam bareng, kemudian meninjau lagi urban farming, ini yang ketiga kalinya bahwa masyarakat di sini sangat aktif bisa menjaga aset, kemudian dioptimalkan dijaga dan dilakukan pengembangan dari berbagai aktivitas," ujarnya.
Untuk pengelolaan sampah, Iin mendapatkan informasi dari Sudis LH Jakbar bahwa pengelolaan sampah di bank sampah RW 02 Palmerah, dinilai salah satu yang terbaik di Jakarta Barat.
"Ketika saya datang ke Mercu Buana, Sudis LH menyampaikan Bank Sampah RW 02 Palmerah sangat bagus. Tapi, saya punya agenda kegiatan pemberian penghargaan bank sampah terbaik. Saya akan berikan penghargaan saat 5 Abad Kota Jakarta, tahun 2027. Saya berikan penghargaan kepada bank sampah terbaik tingkat kota. Mudah-mudahan di sini terpilih," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Iin juga menyinggung implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) No 5 Tahun 2026 tentang kewajiban pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kebijakan ini sangat strategis dan mengakar. Karena mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan sampa dari sumbernya.
Meski begitu, Iin mengakui bahwa tak mudah mengubah perilaku masyarakat untuk membiasakan pilah sampah meski aturan itu dibalut dengan sanksi. "Hari ini yang kita saksikan masih banyak PR. Masih banyak timbulan sampah. Mungkin tidak semua orang memiliki kesadaran yang sama," tukasnya.
Selain masalah pemilahan sampah, Iin juga menyampaikan sejumlah isu yang dibahas dalam rapat pimpinan dengan gubernur DKI Jakarta. Isue yang dibahas yakni mitigasi banjir dan genangan, penanganan sampah, dan pencegahan kebakaran.
"Pertama, mitigasi banjir dan genangan. Di sini saya akan meninjau pengerukan lumpur di Kali Grogol. Ini menjadi target kami untuk melakukan pengerukan sedimen pada semua saluran air," kata Iin.
Untuk penanganan sampah, Iin menargetkan 70 persen sampah dikelola dari sumbernya melalui TPS 3R dan bank sampah, dan hanya 30 persen residu yang dibawa ke TPST Bantargebang.
"Target kami 70 persen dikelola di sumbernya, 30 persen dibawa ke Bantargebang. Truk LH yang ritasi awal 220 truk, sekarang hanya 120 truk," jelasnya.
Sementara untuk isu kebakaran, Iin mengungkapkan Jakarta Barat menjadi wilayah dengan angka kebakaran tertinggi di DKI Jakarta. Salah satu penyebab kebakaran adalah pembakaran sampah.
"Oleh karena itu, kami akan bekerjasama dengan PLN. Ke depan, kami akan MoU dengan FKDM yang menjadi relawan cegah dan peduli kebakaran. Kami lakukan sosialisasi bersama PLN dan Gulkarmat," pungkasnya. (why)





