Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi pelaksanaan Simposium Regional Jakarta Barat Ecological Outlook 2026 yang digelar HMI Cabang Jakarta Barat di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota, Senin (21/9).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta Barat. Hadir Asisten Pemerintahan Holi Susanto, sejumlah pimpinan UKPD, serta narasumber dari Pusat Keberlanjutan dan Pengelolaan Limbah UI Fadilah Yusro Bako dan Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat Aldi Jansen.
“Terima kasih telah bekerja sama, tentunya ini adalah bagian dari kita untuk membangun wilayah Jakarta Barat yang lebih bersih,” ujar Iin pada sambutannya.
“Dari Ingub 5 2006 mungkin sudah memahami dan sudah mengetahui, sudah paham bagaimana Jakarta Barat, kita akan menjadi salah satu kota di Jakarta yang harus mendukung dan juga bagaimana Ingub 5 2006 ini betul-betul diimplementasikan dengan baik. Karena tentu nggak bisa dikerjain oleh petugas sendirian,” sambungnya.
Lebih lanjut dikatakan Iin, urusan sampah bukan hanya urusan pemerintah dan petugas sampah.
“Nah, ini yang harus kita pecahkan, harus kita komitmenkan bahwa ternyata urusan sampah adalah di undang-undang ya, dari teman-teman memahami bahwa Undang-Undang Lingkungan Hidup, setiap orang itu bertanggung jawab terhadap sampahnya,” tandas Iin.
Lebih lanjut ditegaskan Iin, pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya. “Berarti sumber yang terdekat adalah diri kita sendiri dan keluarga kita atau rumah kita sendiri. Sumber ini yang menjadi sebuah klaster yang harus kita komitmenkan bersama di mana perilaku hidup bersih sehat itu memang harus muncul dari kerumahtanggaan atau ketahanan keluarga,” katanya.
Sementara itu, ​Ketua HMI cabang Jakbar, Diana Nur Azizah, mengatakan persoalan sampah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan tata kelola yang membutuhkan perubahan dari pendekatan kumpul-angkut-buang menuju pengelolaan dari sumber.
​“Forum ini diharapkan mampu untuk menghasilkan policy brief yang bertajuk "Arah Baru Tata Kelola Sampah Jakarta Barat 2026-2030" dan ditindaklanjuti melalui pengelolaan sampah lingkungan di wilayah. Harapannya semoga forum ini menjadi langkah bersama menuju tata kelola sampah yang berkelanjutan,” katanya. (Aji)






