Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dan elemen masyarakat lainnya untuk memperkuat silaturahmi serta kolaborasi dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kondusivitas wilayah.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan tasyakuran bersama pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Kota Administrasi Jakarta Barat yang digelar di Balai Warga RW 10 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (24/8) malam.
Kegiatan itu dihadiri Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Shinta Purwitasari, Tokoh Pemuda Jakarta Barat,H. Umar Abdul Aziz, serta unsur pemerintahan, para ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha dan insan pers.
Lebih lanjut, Iin menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mempererat hubungan dengan jajaran Forkopimko yang baru.
“Kita sekalian berkenalan, sekalian ingin menyambangi warga, tukar pikiran, dan terus membangun kebersamaan. Barangkali ada hal-hal yang nanti bisa kita diskusikan dan kita obrolkan dengan santai,” tukasnya.
Dalam silaturahmi tersebut, Iin sempat menyinggung munculnya pemberitaan yang menyebut Jakarta Barat sebagai "Gotham City". Menurutnya, stigma itu tidak sesuai dengan semangat warga Jakarta Barat, yang terus menjaga keamanan lingkungannya.
“Kita enggak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” tegasnya.
Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan Jakarta Barat merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Ia pun mengingatkan kepada orang tua agar menjaga anak-anak dari tawuran, narkoba maupun aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” ujar Nasriadi.
Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial.
“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan tindakan anarkis.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan keberadaan Forkopimko merupakan bagian dari upaya menjaga masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman.
“Tugas kami adalah menjaga agar Jakarta Barat ini menjadi kota yang bisa melayani dan melindungi warganya,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur Forkopimko bersama masyarakat diharapkan semakin solid membangun komunikasi, menjaga keamanan lingkungan dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, Kantor Pertanahan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, insan pers dan seluruh elemen warga untuk menjaga Jakarta Barat tetap aman, nyaman dan kondusif.
Tokoh Pemuda Jakarta Barat, H Umar Abdul Aziz menyebut bahwa kegiatan tasyakuran dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan silaturahmi bersama Forkopimko Jakarta Barat sebagai ruang dialog antara masyarakat dengan jajaran Forkopimko.
Kegiatan ini menjadi awal dari komunikasi bersama jajaran Forkopimko yang mendapatkan dukungan dari semua pimpinan yang ada di wilayah Jakarta Barat.
“Alhamdulillah berkat dukungan stakeholder semua yang ada di sini, kita dapat berkumpul. Momentum yang baik ini kita harapkan apa yang menjadi kendala-kendala di Jakarta Barat nanti dapat dijelaskan dan problem solving ini menjadi acuan kita ke depannya sebagai warga Jakarta Barat,” jelasnya. (why)






