Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus memperkuat gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sebagai implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan penerapan pilah sampah terus didorong di dua sumber utama, yakni permukiman dan nonpermukiman. Jajaran camat, lurah, serta kepala UKPD diminta memastikan program berjalan di wilayah masing-masing.βKita sudah sampaikan kepada seluruh jajaran, para camat, para lurah, seluruh kepala UKPD di Jakarta Barat. Kami memastikan bahwa dua entitas sumber sampah, yaitu permukiman dan non permukiman, ini semua berjalan dengan baik, dan diikuti oleh semua,β ujar Iin usai menyaksikan Lomba Busana Kreatif Daur Ulang Sampah, di halaman Kantor Lurah Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Senin (24/8).Menurut Iin, sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari sumber. Pemkot juga terus mendorong tersedianya ruang dan mekanisme pengelolaan sampah yang mendukung upaya pengurangan sampah."Entitas ini perlu kita kuatkan dengan sosialisasi secara terus-menerus, kemudian juga diberikan contoh dan ruang agar sampah yang ada di permukiman dan nonpermukiman betul-betul bisa dikurangi dari sumber," katanya.Iin menambahkan, gerakan tersebut tidak hanya menyasar permukiman, tetapi juga hotel, restoran, sekolah, sarana ibadah, pasar, serta fasilitas sosial dan fasilitas umum.
"Kami pastikan secara berjenjang, di tingkat kota, kecamatan, kelurahan, sampai kepada Pak RW sebagai penanggung jawab permukiman, semua warga telah memilah sampah dari rumah masing-masing," pungkasnya. (Aji)





