Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melakukan peletakan batu pertama program bedah rumah Satpol PP, di Jalan Ukir Dalam RT 03 RW 06 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2).
Rumah yang dibedah milik warga tidak mampu penyandang disabilitas. Hadir Wakil Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono beserta jajaran, anggota DPRD DKI Hilda Kusuma Dewi dan perangkat wilayah setempat.
"Hari ini saya jujur agak terharu, karena program ini adalah program kepedulian dari teman-teman Satpol PP. Kita punya program bedah rumah, tapi untuk kedinasan Satpol PP, ini mengawali," ujar Rano.
Diungkapkan Rano, selama ini rumah tersebut dihuni tiga KK dengan jumlah anggota keluarga sebanyak delapan orang. Nantinya, bedah rumah akan membangun ulang bangunan menjadi tingkat dua dan dibagi menjadi tiga rumah di atas lahan seluas sekitar 33 meter persegi.
Pembangunan rencananya sekitar dua bulan dan rampung pada April 2026 mendatang. Selama proses pembangunan hingga rampung, pemilik/penghuni akan difasilitasi mengontrak rumah sementara di lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut Rano juga mengapresiasi keterlibatan warga sekitar yang menyatakan siap mendukung program tersebut. Selain merelakan sebagian lahan mereka ditempatkan material bangunan, ada juga warga yang menyatakan siap menjadi tukang dalam proses pembangunan bedah rumah.
Rano mengakui, tidak semua rumah warga dhuafa bisa dilaksanakan bedah rumah. Untuk itu ia berharap Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta agar menyiapkan banyak unit rumah susun (rusun) sebagai solusi meningkatkan kualitas hunian warga.
Masyarakat juga diharapkan mulai sadar untuk berpindah hunian dari rumah tapak ke rusun agar bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Rano menambahkan, solusi mengatasi persoalan hunian layak di Jakarta dengan luasan lahan yang terbatas hanya dengan rumah vertikal.
Menurutnya, program ini juga bentuk nyata dari kepedulian dan gotong royong masyarakat. Progam tersebut diharapkan bisa ditiru ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya di lingkungan Pemprov DKI.
"Saya berterima kasih dengan Satpol PP. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bergerak kepada dinas-dinas yang lain," ujar Rano.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk bisa mengikuti program bedah rumah ini ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya lahan merupakan milik sendiri. Kondisinya juga harus memperihatinkan dan khusus untuk progam di Jakarta Barat ini menyasar milik dhuafa yang difabel.
Sementara itu Kepala Satpol PP DKI, Satriadi Gunawan, menjelaskan program tersebut sesuai arahan Gubernur dan Wagub DKI agar Satpol PP memiliki program yang humanis. Tindaklanjutnya, jajaran di tiap wilayah kota dan kabupaten diminta menyiapkan satu program humanis dan dimulai dari Jakarta Barat.
"Program ini dibiayai dari urunan anggota sebagai bentuk kepedulian. Untuk wilayah lain juga akan menyusul program serupa," katanya. (Aji)





