Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan penertiban trotoar di 18 lokasi yang ada di lima wilayah kota dalam waktu dekat.
Penertiban dilakukan sebagai upaya mengantisipasi okupasi lahan trotoar oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum Ramadan yang mengganggu ketertiban umum.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengungkapkan pihak telah menerima arahan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno untuk mengantisipasi okupasi lahan trotoar selama Ramadan agar jajaran Satpol PP tetap tegas menjaga ketertiban dengan mengedepankan pendekatan humanis. Salah satunya lokasi tertib trotoar itu seperti di kawasan Jalan Bendungan Hilir dan Jalan Anggrek Kebon Jeruk.
"Sesuai arahan Pak Wagub, bahwa momentum Ramadan ini kan juga bisa bermanfaat buat masyarakat. Nah, memang nanti bicaranya bahwa untuk trotoar yang pedagang takjil-takjil itu kita akan tertibkan, kita tatalah," jelasnya, saat peletakan batu pertama program bedah rumah, di Kapuk, Jakbar, Rabu (17/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan, upaya penertiban ini bukan berarti melarang pelaku UMKM dalam memanfaatkan momentum Ramadan. Upaya jajarannya lebih ditujukan untuk mengatur mereka agar tidak menggangu fungsi pedestarian.
Satriadi menambahkan, kegiatan tertib trotoar kali ini memang hanya ditujukan pada saat momentum Ramadan. Meski hanya berlangsung sekitar satu bulan momentum Ramadan, jika pelaku UMKM tidak ditata dengan baik saat beroperasi, maka akan berpotensi menggangu kenyamanan pengguna pedestarian hingga kemacetan lalu lintas jalan sekitar.
Untuk itu, sambungnya, penertiban tidak hanya menyasar pelaku UMKM di area pedestarian trotoar. Jajaran petugas di lapangan juga akan melakukan penertiban terhadap perlakuan UMKM di badan jalan dan parkir liar yang memicu kemacetan lalu lintas di area sekitar trotoar.
"Penertiban sudah kita mulai sejak sekarang. Termasuk parkir liar juga ya," tegasnya. (Aji)





