Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan mengantisipasi peningkatan kasus tawuran selama Ramadan 1447 H/2026 M dengan menggencarkan pengawasan. Terdata, sebanyak 43 lokasi di lima wilayah kota dikategorikan sebagai kawasan rawan tawuran se DKI.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan setiap hari jajarannya mengerahkan sebanyak 1.900 personel mobile dan siaga melakukan pengawasan ketertiban umum. Khusus selama Ramadan, akan diberlakukan pola penambahan kekuatan personel untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan rawan tawuran.
"Berdasar data dari Kesbangpol ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi ya," jelasnya kepada wartawan, di Kapuk, Jakbar, Rabu (18/2).
Selain fokus pada 43 titik kawasan rawan tawuran, Satriadi mengaku pihanya tidak akan lengah melakukan pengawasan secara menyeluruh ke lokasi lainnya. Sebab menurutnya di kejadian tawuran bisa saja bergeser dari lokasi rawan karena sifatnya insidentil.
Satriadi juga mengaku akan berkordinasi dengan jajaran Kepolisian dan TNI. Sehingga nantinya kawasan titik rawan diharapkan bisa dilakukan antisipasi dini sebelum terjadi tawuran. Dijelaskan, upaya penangan tawuran tidak hanya dalam bentuk pengawasan dan penindakan saat ada kejadian.
Kegiatan antisipasi juga meliputi edukasi dan pendekatan terhadap masyarakat agar bisa mendukung upaya pengentasan tawuran remaja di lingkungannya. Selain itu, pihaknya juga akan menggencarkan pengawasan peredaran minuman keras (miras).
Selama Ramadan ini, ia juga mendorong jajarannya untuk melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada peredaran miras illegal, khususnya pada bulan Ramadan.
"Cuman kan kita enggak bisa kasih lihat jadwalnya kapan. Karena kalau dikasih tahu jadwalnya malah nanti nggak jadi tuh sweeping," pungkasnya. (Aji)






