Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 1.041 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada periode Januari hingga pertengahan Juli 2026
"Totalnya dari Januari hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 1.041 orang. Rinciannya, Januari 143, Februari 203, Maret 139, April 168, Mei 160, Juni 137 dan hingga 14 Juli 91 PMKS,β ujar Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dihubungi, Senin (20/7).
Ia mengungkapkan, PMKS yang paling banyak adalah gelandangan yakni 287 orang. Disusul psikotik/ODMK 230, pak ogah 184, pengemis 61, pengamen 49, pemulung 17, asongan 10, tukang pijit dan anak jalanan masing masing tiga orang, wanita satu serta PMKS lainnya 196 orang.
Lebih lanjut Fajar mengatakan, sebagian besar PMKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapat pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
βBila ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelasnya.
Adapun PMKS asal dari Jakarta tapi tidak memiliki keluarga, dijelaskan Fajar, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai klasifikasi hasil asesmen," katanya.
Fajar menambahkan, pihaknya melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) menjaring PMKS di beberapa titik rawan wilayah Jakbar.
"Antara lain, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua, Terminal Kalideres dan sekitar kawasan Kota Tua," tambahnya. (Aji)





