Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 929 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sejak Januari hingga Juni 2026.
"Rinciannya, Januari 143 orang, Februari 203, Maret 139, April 168 orang, Mei 160 dan Juni 116 orang. Total PMKS yang dijangkau 929 orang,” sebut Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dihubungi, Rabu (1/7).
Lebih lanjut diungkapkan Fajar, PMKS yang terbanyak dijangkau adalah gelandangan dengan 240 orang. Selanjutnya diikuti psikotik 184, dan pak ogah 135 orang.
Pihaknya melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) menjaring PMKS di beberapa titik wilayah Jakbar.
"Beberapa yang rawan itu Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua," ujar Fajar.
Ia menambahkan, sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
“Jika ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelasnya.
Sementara PMKS asal dari Jakarta namun tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai klasifikasi hasil asesmen," pungkasnya. (Aji)





