Suku Dinas Sosial (Sudissos) Jakarta Barat telah menyalurkan sebanyak 389 Alat Bantu Fisik (ABF) kepada masyarakat dan warga difabel hingga Juni tahun 2026.
"Kursi roda dewasa 241 unit, alat bantu dengar 93 unit, kaki palsu 10 unit, tongkat kaki tiga 29 unit, tongkat walker 14 unit dan tongkat netra dua unit," sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Dijelaskan Fajar, pengajuan bantuan ABF bisa dilakukan melalui RT/RW setempat. Dari RT/RW, pengantar dari warga yang mengajukan akan dilanjutkan ke kelurahan, dan pihak kelurahan mengeluarkan surat pengantar masyarakat (Surat PM 1) yang ditujukan kepada Sudis Sosial Jakarta Barat.
"Pengajuan ke kita itu lewat Pendamsos (Pendamping Sosial) bersama Kasatpel Sudinsos untuk mengurus administrasinya," ujar Fajar.
Selanjutnya, lanjut Fajar, petugas akan melakukan kunjungan ke warga pengaju untuk mengasesmen kondisi calon penerima ABF.
"Petugas kita lakukan visit itu untuk melihat butuhnya apa dan urgensinya sejauh mana. Secara administrasi dan fisik kita cek, biar penyaluran ABF itu tepat sasaran," jelasnya.
Fajar menambahkan, pihaknya menargetkan sebanyak 970 ABF bagi masyarakat dan warga difabel tersalurkan sepanjang 2026. Jumlah tersebut lebih banyak dari realisasi penyaluran ABF pada 2025 lalu, yakni 809 unit.
"Untuk target pengadaan 2026 sebanyak 970 ABF," sebutnya.
Untuk diketahui, jumlah 970 ABF itu terdiri atas 600 unit kursi roda dewasa, 25 unit kursi roda anak, 50 unit tongkat kaki tiga, 50 unit tongkat walker, 25 unit tongkat netra, 200 unit alat bantu dengar (hearing aid), dan 20 unit kaki palsu. (Aji)





