Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Sudin Kominfotik) Jakarta Barat menggelar kegiatan Security Awareness (Secaw) dengan tema 'Cyber Security & Human Risk, Memahami Peran Manusia Dalam Ketahanan Digital' di Studio Podcast, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (26/5).
Kepala Seksi Aplikasi Siber dan Statistik Sudin Kominfotik Jakarta Barat, Nur Izzuddin mengatakan kesadaran untuk menjaga keamanan siber perlu diingatkan secara terus-menerus, karena sifat manusia yang mudah lupa, terutama jika belum pernah menjadi korban secara langsung, sehingga edukasi siber harus dilakukan konsisten.
Dirinya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya antusiasme masyarakat dan pegawai dalam mengikuti Security Awareness ini. Melalui siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube Kominfo Jakarta Barat, diharapkan edukasi ini tidak hanya berdampak bagi warga Jakarta Barat saja, melainkan dapat menjangkau seluruh masyarakat lebih luas.
"Dengan meningkatnya edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin cerdas digital dan mampu mengimplementasikan langkah-langkah keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya ketahanan digital yang kokoh," katanya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, narasumber dari Cyber Security Consultan, Ardian Oktadika mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman kejahatan siber yang kini semakin berkembang.
Menurutnya, ancaman siber saat ini tidak hanya menyerang sistem teknologi yang canggih, tetapi juga memanfaatkan manipulasi psikologi manusia atau social engineering, seperti metode phishing.
“Ini bukan sekadar teknik yang canggih, melainkan bagaimana pelaku memengaruhi pikiran atau psikologi manusia. Generasi muda mungkin lebih memahami teknologi, tetapi banyak orang tua yang masih awam sehingga sering menjadi target utama kejahatan siber,” ujarnya.Selain itu, Ardian juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu memanipulasi konten secara instan seperti mengubah foto orang diam menjadi joget atau orang cemberut menjadi tersenyum.
"Benteng terbaik untuk menghadapi konten AI dan hoaks adalah dengan meningkatkan literasi digital serta selalu melakukan verifikasi (cross-check) informasi dari berbagai sumber," pungkasnya.
Ardian juga membagikan tips beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari untuk membentengi diri dari kejahatan siber, yaitu dengan bijak membuang label paket belanjaan, batasi instalasi aplikasi, hindari Wi-Fi gratis untuk transaksi keuangan, dan jaga keamanan perangkat digital dengan pasang antivirus dan gunakan Virtual Private Network (VPN) jika membutuhkan koneksi yang terenkripsi aman. (Hfz)






