"Kami mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 karena data yang diberikan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih baik, sementara kerahasiaan data pribadi dijamin oleh undang-undang," pungkasnya
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Barat, Muhammad Noval, menjelaskan perbedaan utama sensus dan survei terletak pada cakupan pendataannya. Sensus dilakukan kepada seluruh penduduk, sedangkan survei hanya kepada sebagian atau sampel rumah tangga."Baik sensus maupun survei bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu kami mengharapkan dukungan seluruh warga agar memberikan data yang lengkap dan benar," ujarnya.Menurut Noval, kualitas data sangat ditentukan oleh cakupan pendataan dan keakuratan informasi yang diberikan masyarakat. Data yang berkualitas akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.Noval juga mengimbau masyarakat tidak terpengaruh ajakan menolak petugas Sensus Ekonomi 2026 yang beredar di media sosial. Lanjut Noval, lantaran pelaksanaan sensus merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya."Kami mohon masyarakat jangan takut dan jangan ragu meskipun ada isu-isu yang mengajak untuk menolak petugas. Mari kita sukseskan sensus ini karena sensus adalah milik Indonesia, milik kita bersama untuk kebaikan seluruh masyarakat. Terimalah petugas sensus dengan baik, berikan informasi yang dibutuhkan secara benar, dan tidak perlu khawatir karena kerahasiaan data Bapak dan Ibu dijamin oleh undang-undang,” tambahnya. (Lam/Thr)Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat
Jl. Kembangan Raya No.2, RT.5/RW.2, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610.
Berita Terbaru






