Perwakilan kader Posyandu DKI Jakarta, Sri Wulandari, mengikuti tahap presentasi Lomba Penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring dari Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Senin (21/9).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati mengatakan, Sri Wulandari memiliki pengalaman selama 12 tahun sebagai kader posyandu. Menurutnya, proses tersebut didukung kolaborasi kader, masyarakat, puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, serta jajaran pemerintahan hingga tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota.
“Pengalaman dan pengetahuannya dalam mengawal masyarakat tidak bisa dibohongi dan diceritakan dengan sangat baik karena sudah dikerjakan dari hari ke hari. Ini adalah kerja bareng yang luar biasa,” ujar Ani.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Ali Murthadho mengatakan, pengalaman dan kemampuan Sri Wulandari dalam mengelola kegiatan posyandu menjadi modal dalam mengikuti penilaian tingkat nasional.
“Sri Wulandari punya pengalaman panjang dan sangat memahami setiap fase di posyandu, termasuk bagaimana menjadi manajer yang mengelola perencanaan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kader Posyandu DKI Jakarta, Sri Wulandari mengaku sempat gugup saat menghadapi dewan juri nasional. Namun, ia dapat tampil percaya diri karena menguasai materi pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari remaja, balita, ibu hamil, hingga lansia.
"Saya sempat merasa deg-degan menghadapi para dewan juri tingkat nasional, tapi tetep optimis dan percaya diri," pungkasnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap keikutsertaan tersebut dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi momentum memperkuat peran kader posyandu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. (Hfz)






