Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat berencana membentuk Relawan Cegah Kebakaran dari berbagai unsur kelembagaan, salah satunya Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Hal tersebut disampaikan saat melakukan silaturahmi bersama anggota FKDM dan Dewan Kota Jakarta Barat di Ruang Paseban Betawi, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (22/9).
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, FKDM se-Jakarta Barat akan mendapatkan sosialisasi dan simulasi sebelum dilibatkan sebagai Relawan Cegah Kebakaran.
“Terkait dengan rencana kegiatan ke depan akan ada sosialisasi dan simulasi serta pembentukan Relawan Cegah Kebakaran dengan FKDM se-Jakarta Barat. Jadi, FKDM akan menjadi Relawan Cegah Kebakaran yang ada di Jakarta Barat,” ujar Iin.
Dilanjutkan Iin, pembentukan relawan cegah kebakaran dimaksudkan sebagai penguatan sumber daya manusia dalam rangka penanggulangan bahaya kebakaran. Selain FKDM, relawan cegah kebakaran bisa melibatkan unsur kader PKK, dasa wisma, karang taruna dan sebagainya.
"Ini menurut saya sangat bagus karena jumlahnya yang memenuhi dari hal yang bisa dijadikan kerjasama dengan teman-teman. Karena satgas gulkarmat di kelurahan, cuma satu orang. Satu orang ini tentu sangat memiliki kekurangan SDM dalam upaya pencegahan," tuturnya.
Menurut Iin, Forum Kewaspadaan DIni Masyarakat (FKDM) memiliki jumlah anggota yang cukup banyak dan bisa menjadi penguat untuk relawan cegah kebakaran.
"Alhamdulillah, jumlahnya memenuhi ya. Di kelurahan ada 9 anggota, 9 anggota di kecamatan, 7 kelurahan dan 11 anggota tingkat wali kota. Nanti kita akan susun program progress-nya ke depan untuk kita melakukan ini. Karena dari data yang ada, Jakarta Barat menyumbang eskalasi tertinggi untuk data kebakaran se-DKI Jakarta," ujarnya.
Berdasarkan data dari Sudis Gulkarmat Jakarta Barat, Iin menyampaikan peristiwa kebakaran yang terjadi di Jakarta Barat disebabkan oleh korsleting listrik dan kebakaran sampah.
"Tentu ini menjadikan sebuah sinyal atau bagian yang perlu kita cermati bersama agar Jakarta Barat tidak menjadi penyumbang jumlah data kebakaran se-DKI yang tertinggi," jelasnya.
Tingginya kasus kebakaran di Jakarta Barat, juga menjadi isu yang dibahas pada rapat pimpinan gubernur DKI Jakarta. Selain kebakaran, isu yang dibahas lainnya adalah mitigasi banjir dan genangan serta sampah.
"Dari permasalahan itu, berbagai upaya kami lakukan. Kita juga ingin mengajukan hydran mandiri, karena hydran mandiri sangat efektif sekali khususnya pada kawasan padat penduduk. Tetapi disamping itu kita perlu orang yang bisa mitigasi," jelasnya.
Selain membahas kebakaran, silaturahmi tersebut juga membahas sejumlah isu Jakarta Barat, termasuk mitigasi banjir, genangan, dan pengelolaan sampah. Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Barat Ali Murthadho, Asisten Pemerintahan Holi Susanto, Kabag Pemerintahan Rano Rahmat Efendi, Kasuban Kesbangpol Tumpal Matondang, serta para wakil camat se-Jakarta Barat. (why)






