Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat menggelar Sosialisasi Satyagatra (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera/PPKS) yang dirangkaikan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (Dithanlan) Kemendukbangga/BKKBN Republik Indonesia di RPTRA Intiland Teduh, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kamis (6/8).
Satyagatra merupakan program layanan yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga melalui layanan informasi, edukasi, konsultasi, konseling, serta rujukan terkait pengasuhan anak, kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi. Program ini menjadi wadah layanan terpadu yang memudahkan masyarakat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan guna mewujudkan keluarga yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera.
Mewakili Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Barat, Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Sudis PPAPP Jakbar, Irwan Sah Budi mengatakan, keberadaan Satyagatra di tingkat kelurahan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan, edukasi, serta pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan.
"Sebagaimana kita ketahui, program Satyagatra memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga sebagai fondasi utama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas," ujar Irwan di RPTRA Intiland Teduh.
Ia mengungkapkan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Dithanlan Kemendukbangga/BKKBN RI tidak hanya bertujuan menilai pelaksanaan program, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi, pembinaan, dan penguatan pemahaman seluruh pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.
"Dengan demikian, seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep, mekanisme, pembentukan, tata kelola, serta peran masing-masing dalam mendukung keberhasilan program Satyagatra," katanya.
Irwan menambahkan, keberhasilan Satyagatra memerlukan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
"Oleh karena itu, kami berharap melalui monitoring dan evaluasi ini, tim BKKBN dapat memberikan arahan, masukan, serta pendampingan agar pelaksanaan Satyagatra berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 peserta yang terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), TP PKK Kelurahan Rawa Buaya, kader Dasawisma, dan pengelola RPTRA mengikuti penyuluhan yang disampaikan oleh Plt. Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN RI, Elsa Pongtuluran.
Untuk materi yang disampaikan mengangkat tema "Peran Satyagatra dalam Membangun Keluarga Sadar Kesehatan Jiwa" sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kesadaran kesehatan mental. (Izu)






