Kasus pneumonia di wilayah Jakarta Barat mengalami peningkatan signifikan. Hingga Triwulan III tahun 2026, tercatat sebanyak 15.998 kasus. Angka ini naik dibanding Triwulan II yang mencapai 9.688 kasus.
Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, data tersebut berdasarkan tarikan dari Sistem Pencatatan Digital NAR.
"Triwulan III tercatat 15.998 kasus pneumonia. Sedangkan pada Triwulan II sebanyak 9.688 kasus," sebut saat dihubungi, Jumat (25/9).
Selain pneumonia, dijelaskan Sahruna, peningkatan kasus juga terlihat pada penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di wilayah Jakarta Barat.
Selain itu, berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus ISPA juga mengalami kenaikan dalam beberapa pekan.
Pada periode 30 Agustus sampai 5 September 2026 tercatat 10.963 kasus baru.
βAngka tersebut naik menjadi 13.042 kasus pada periode 6 sampai 12 September 2026,β sebutnya.
Kemudian, pada periode 13 sampai 29 September 2026 tercatat kembali meningkat menjadi 13.614 kasus baru.
"Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat kenaikan kasus setiap minggunya," ujar Sahruna. (Aji)





