Sebanyak 86 anggota Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat dikerahkan melaksanakan program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) pada 17 titik ruas jalan di wilayah Jakarta Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas (Lalin).
Plh Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ichwan Hasibuan menuturkan bahwa program ini diluncurkan untuk meningkatkan kelancaran dan kualitas pelayanan lalu lintas pada jam sibuk pagi melalui pengendalian langsung di lapangan.
"Kami hadir untuk mengurangi dan mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas dan ketertiban ruang jalan," tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (12/10).
Menurut Ichwan, program ini difokuskan pada titik-titik ruas jalan yang mengalami kemacetan di wilayah Jakarta Barat. Selain tingginya volume kendaraan, kemacetan lalu lintas juga dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya, pekerjaan konstruksi, aktivitas menuju kawasan pusat perkantoran dan kegiatan, serta pengaturan simpang yang belum optimal.
"Kami fokuskan pada titik-titik kemacetan sebagai dampak dari adanya sejumlah proyek pembangunan galian seperti saluran air dari Dinas SDA, PLN, PAM, JSDP maupun instansi lainnya," ujarnya.
Ia menyebutkan, ada 17 titik ruas jalan yang menjadi target sasaran program Gebrak Pagi, yakni Jalan Jl. Kunir, Jl. Mangga Besar 1, JL. Pejagalan Raya, Jl. Perniagaan Raya, Jl. K.H. Moh Mansyur, Jl. Krendang Utara, Jl. Pintu Besar Selatan, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Gajah Mada, Trafic light Jalan Asemka, Jl Grogol.
Kemudian, Jalan Makaliwe Raya, Jl. Prof. Dr. Latumenten, Jl. Kapuk Kamal Raya, Jl. Syekh Junaid Al Batawi, Jl. Meruya Utara dan Jl. Masjid Al.Ihsan. Gebrak Pagi dilaksanakan mulai pukul 06.30 - 08.00 WIB, selama tiga hari yakni Senin, Selasa dan Kamis," tukasnya.
Ichwan menambahkan, kegiatan ini melibatkan sekira 100 petugas dinas perhubungan, mulai dari pejabat struktural, staf, hingga PJLP. (why)





