Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar penyemprotan water mist pada sejumlah jalan utama atau protokol secara serentak di delapan wilayah kecamatan. Kegiatan ini menjadi upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sekaligus mengurangi polusi udara.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho menuturkan bahwa penyemprotan dengan metode water mist digelar serentak di delapan wilayah kecamatan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Sudis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), Perhubungan, Satpol PP, BPBD DKI dan PAM Jaya.
"Kami melaksanakan serentak kegiatan ini dalam upaya mitigasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus musim kemarau yang berkepanjangan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).
Ia menyebut, penyemprotan water mist menyasar pada sejumlah jalan utama dan protokol di delapan wilayah kecamatan.
"Berharap kegiatan ini bisa meminimalisir dampak abu vulkanik," tukasnya.
Untuk wilayah Kecamatan Kembangan, penyemprotan water mist mengerahkan satu unit mobil damkar dan satu unit truk tangki Sudis Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakbar.
Kegiatan ini diawali dari depan kantor Kecamatan Kembangan, Jalan Kembang Kencana, Jalan Meruya Ilir, Srengseng Raya, Jalan Meruya Selatan, Jalan Kembangan Raya, hingga kembali ke kantor Kecamatan Kembangan.
Wakil Camat Kembangan, Abdul Choir mengatakan, penyemprotan water mist di wilayahnya mencakup sejumlah ruas jalan utama di enam wilayah kelurahan yakni Kelurahan Meruya Utara, Meruya Selatan, Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Srengseng, dan Joglo.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Sudis Gulkarmat, Tamhut, Perhubungan dan BPBD DKI Jakarta.
"Sasaran penyemprotan bukan tanah atau jalan, melainkan pohon-pohon yang ada sepanjang jalur hijau. Sehingga debu yang menempel pada dedauanan dan batang pohon jatuh ke tanah. Penyemprotan ini juga mengurangi polusi udara," jelasnya.
Untuk wilayah Kecamatan Taman Sari, penyemprotan water mist masih dipusatkan pada kawasan Kota Tua.
"Hari ini kami melakukan penyemprotan di Kawasan Kota Tua, Glodok dan Mangga Besar, seperti Jalan Lada Dalam, Kunir, Pintu Besar Utara, Kali Besar Barat, Gadjah Mada, Hayam Wuruk dan Jalan Mangga Besar, " ujar Camat Taman Sari, Simson Hutagalung.
Kegiatan penyemprotan water mist, lanjut Simson, melibatkan satu unit mobil Damkar berkapasitas 10.000 liter. Selain itu, juga dikerahkan 1 unit truk tangki penyiraman Sudis Tamhut Jakarta Barat.
"Kami juga melakukan pembagian 150 masker dan kemarin juga dibagikan 500 masker," ujarnya.
Sebelumnya, Selasa (8/9), kata Simson, pihaknya bersama jajaran PMI Jakarta Barat juga melaksanakan penyemprotan di area kawasan Kota Tua. Kegiatan ini menjadi bagian upaya meningkatkan kenyamanan dan rasa aman bagi warga serta pengunjung kawasan Kota Tua.
Penyemprotan water mist juga dilaksanakan di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan. Kegiatan ini menyasar sejumlah jalan protokol yakni Jalan S Parman dan Kyai Tapa.
"Kegiatan penyemprotan water mist mengerahkan satu mobil damkar Sudis Gulkarmat Jakarta Barat," ujarnya.
Ia menyebut, penyemprotan water mist sebagai bagian upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sekaligus meminimalisir dampak polusi udara. (why)





