Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Tim Penggerak PKK mencanangkan Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras se-DKI Jakarta dengan memanfaatkan lahan terbatas di wilayah perkotaan, pencanangan dipusatkan di Urban Farming Rooftop Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Gedung Blok C Lantai 7, Senin (31/8).Ketua TP PKK Jakarta Barat, Eka Ali Murthadho, mengatakan gerakan tanam serentak di Jakarta Barat dilaksanakan di 135 lokasi yang tersebar di delapan kecamatan. Lokasi tersebut terdiri atas 56 titik penggiat urban farming kelurahan, sembilan gedung kantor, 12 lingkungan sekolah, dan 58 RPTRA."Gerakan ini mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan," ujarnya saat dikonfirmasi.Untuk mendukung kegiatan tersebut, dijelaskan Eka, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menyalurkan berbagai bibit dan sarana produksi pertanian, antara lain ubi jalar, singkong, jagung, pisang, serta porang.Pengembangan pangan pendamping beras di Jakarta Barat juga telah menghasilkan panen sebanyak 1.386,42 kilogram sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hasil tersebut meliputi labu madu 600,92 kilogram, jagung 455,5 kilogram, singkong 120 kilogram, ubi jalar 116 kilogram, pisang 54 kilogram, dan sukun 40 kilogram.Eka menjelaskan, pengelolaan urban farming di area rooftop memiliki sejumlah tantangan, terutama terpaan angin kencang dan cuaca panas. Untuk memastikan pemeliharaan berjalan berkelanjutan, Pemkot Jakarta Barat telah menerbitkan SK kepengurusan lintas sektoral.
"Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan pekarangan dan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga," pungkasnya. (Yan)





