Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau lokasi jembatan penghubung Kali Semongol di lingkungan RT 02 RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Senin (31/8).
Bersama Dandim 0503/JB Letkol Inf Saputra Hakki, Plt Asekbang Depika Romadi, Kasudis SDA Jakbar, Mustajab, Camat Kalideres Ziki Zulkarnain, Lurah Tegal Alur, A Bayhaki, perwakilan PT Adhi Karya dan unsur lainnya, Iin sempat melihat langsung kondisi jembatan penghubung RT 02/02 dan RT 06/03 Tegal Alur yang sedang dikerjakan dari bahan-bahan kayu, papan dan lainnya.
Iin juga sempat dialog di lokasi dengan beberapa warga dan pengurus/Ketua RT 02/02 Tegal Alur, mendengar langsung keinginan warga. Rombongan kemudian melanjutkan kujungan ke Rumah Pompa Polder Kamal Muara, Jakarta Utara, untuk diskusi lebih lanjut bersama jajaran Dinas SDA dan unsur terkait lainnya, mengingat proyek normalisasi Kali Semongol memerlukan waktu cukup lama.
“Kami melihat langsung, kemudian diskusi, ngobrol dengan masyarakat, Pak RT dan lingkungan di situ dan melihat kebutuhan masyarakat. Dari sisi kebutuhan masyarakat untuk akses, sesungguhnya sudah ada jembatan di kanan kirinya, mungkin tidak sampai 150 meter ya, di kanan kiri lokasi tersebut juga sudah ada,” jelas Iin.
Namun, karena awalnya di lokasi tersebut ada jembatan yang digunakan oleh masyarakat, masyarakat menginginkan lokasi tersebut tetap digunakan sebagai jembatan penghubung yang lebih cepat dari lingkungan tersebut.
Kemudian, dari sisi percepatan tindak lanjut oleh Sudis SDA Jakbar bersama pihak terkait dan PT Adhi Karya, di lokasi sudah terlihat jembatan yang dibuat dari kayu. Tapi pihaknya menilai jembatan yang dibangun harus lebih proper. Sehingga pihaknya diskusi dengan Adhi Karya, Dinas SDA DKI dan disepakati untuk membangun jembatan sementara yang lebih kuat, kokoh dan hanya untuk orang, bukan kendaraan.
“Ada solusi bahwa akan ada waktu selama dua minggu kurang lebih, dari mulai perencanaan sampai konstruksi, akan dibangun jembatan sifatnya sementara, tapi konstruksinya lebih kokoh untuk orang, bukan untuk kendaraan. Sambil berjalan paralel nanti malam setelah Maghrib, Pak Camat, Pak Lurah dengan RT bersama warga akan musyawarah mufakat,” jelas Iin.
Ketika ini nantinya disepakati, sambungnya, jembatan akan dibangun selama dua pekan. “Artinya, bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat yang dari kayu ini akan dibongkar bersama. Sehingga menunjukkan bahwa ini ada kepedulian antara masyarakat dan juga pemerintah dan juga dari pihak pengembang,” tandas Iin.
Sementara itu di lokasi sama, Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI, Yursid Suryanegara, menjelaskan jembatan sementara yang akan dibangun menggunakan baja.
“Jadi, hasil pengamatan di lapangan juga, karena hanya untuk orang, jadi kita pakai baja, baja WF ya, nanti mungkin dengan lebar 80 sampai 90 sentimeter, dan juga konstruksinya nanti untuk naiknya dibuatkan tangga, tidak ada rem karena tidak diperuntukkan untuk motor atau kendaraan lain, sehingga hanya untuk pejalan kaki untuk jembatan penyebaran orang,” jelasnya.
Yursid menambahkan, untuk panjang jembatan yang akan dibangun sekitar 7,9 meter, dan persiapan pengerjaan rencananya dimulai Selasa (1/9) besok.
“Tadi di lapangan kita ukur 7,9 ya, existing yang dibutuhkan. Cuma nanti ada adjustment lagi karena nanti konstruksinya berbeda-beda. Mulai besok mungkin ada sifatnya persiapan dan pembersihan di lapangan sambil paralel kita perencanaan, ditargetkan paling lama satu minggu. Jadi seminggu ke depan kita sudah konstruksi di lapangan,” pungkasnya. (Aji)





