Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta resmi membuka pameran kebudayaan bertajuk "Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim" di Museum Tekstil, Jakarta Barat, pada Selasa (1/9).
Pameran ini terselenggara atas kerjasama Dinas Kebudayaan Prov. DKI Jakarta dengan Dinas Kebudayaan Kota Makau Tiongkok. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah panjang Makau sebagai salah satu titik penghubung vital dalam jaringan perdagangan global serta perannya sebagai jembatan akulturasi budaya antara Timur dan Barat di koridor maritim Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Miftahulah Tamary, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan momentum penting untuk mempererat kerja sama kebudayaan serta memperluas wawasan masyarakat mengenai rekam jejak hubungan sejarah antara Tiongkok, Makau, dan Kepulauan Nusantara.
"Makau dan Nusantara—khususnya Jawa, Sumatra, Makassar, hingga Maluku—memiliki keterikatan sejarah dan ikatan antarmanusia yang sangat erat melalui Jalur Sutra Maritim. Pameran ini memperlihatkan bagaimana pertukaran peradaban dan budaya dapat hidup berdampingan secara harmonis selama berabad-abad," ujar Miftahulah.
Pameran "Kemilau Laut Cermin" menampilkan ragam artefak sejarah, replika dokumen kuno, hingga materi visual peradaban Makau. Beberapa koleksi unggulan yang dipamerkan meliputi replika Peta Jalur Perdagangan Maritim Dinasti Ming, porselen ekspor Kraak era Dinasti Ming, serta miniatur benda ritual dan sejarah seperti Pusat Sejarah Makau yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Selain merekam perdagangan komoditas masa lalu seperti sutra, porselen, kayu cendana, dan rempah-rempah. Pameran ini juga menyoroti aspek pertukaran pengetahuan, arsitektur, seni pertunjukan Opera Kanton, hingga khazanah kuliner khas yang mempertemukan tradisi Tionghoa, Portugis, dan Asia Tenggara.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berharap pameran ini tidak hanya menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi publik, tetapi juga terus memperkuat ikatan diplomasi kebudayaan serta ekonomi antara Indonesia dan Makau di masa depan.






