Pemakaman Seroja yang terletak di Gang Bukhori RT 06 RW 08 Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, telah ditata menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Areal seluas 400 meter itu kini dipenuhi aneka tanaman hias dan urban farming.
Pengurus Taman Makam Seroja Indah, Zailani mengatakan bahwa areal pemakaman wakaf tersebut sudah ada sejak tahun 1950-an. Sebelumnya, areal makam seluas 400 meter persegi itu tidak tertata. Makam dipenuhi semak belukar dan terkesan angker
"Secara bertahap sejak tahun 2018 mulai dirapihkan. Dalam perjalananya, pihak kelurahan mendukung sehingga bisa lebih tertata sampai sekarang ini," ujarnya saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (7/10).
Dilanjutkan Zailani, saat ini areal pemakaman sudah tertata. Makam terlihat asri dan tidak lagi angker. Banyak tanaman, terutama tanaman hias, sekaligus menjadi area urban farming tanaman produktif seperti anggur, melon dan timun suri.
"Kami di sini juga mengembangkan bibit tanaman hias seperti anggrek, bougenville, kamboja, lili, antorium, aglonema, dan lain-lain," tukasnya.
Selain menanam, Zailani mengaku dirinya juga menjual bibit tanaman hias. Ia mematok harga tanaman hias, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 500 ribu.
Pada areal pemakaman, lanjut Zailani, juga dibuat saung lengkap dengan bangku dan meja. Fasilitas itu dibuat karena hampir setiap hari makam dikunjungi masyarakat, mulai pagi hingga sore, tanpa dipungut biaya alias gratis.
"Alhamdulillah warga sini juga sering ngadem dan nongkrong. Tidak cuma warga sini, bahkan belum lama ini ada kunjungan turis mancanegara yang datang berkunjung," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sukabumi Utara, Ali Syahidin menuturkan, penataan RTH pada areal pemakaman itu sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan terbatas serta mendukung program desa wisata budaya Kelurahan Sukabumi Utara.
Selain Taman Makam Seroja Indah, Ali mengaku telah melakukan penataan kawasan permukiman warga RW 08 Kelurahan Sukabumi Utara, dengan pengecatan dan penghijauan. Kemudian, sejumlah tembok bangunan pemukiman warga juga dihiasi mural bertema Betawi.
"Jadi kita percantik kawasan permukiman warga juga untuk mendukung kesiapan sebagai destinasi wisata budaya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ali memaparkan wilayah Sukabumi Utara yang memiliki berbagai situs budaya, sekaligus menjadi tempat wisata reliji dan penyelenggaraan event kebudayaan, seperti Festival Bandeng Rawa Belong, Festival Bunga dan Festival Jalan Daud.
Untuk wisata reliji, lanjut Ali, diantaranya makam Si Pitung, Masjid Al Anwar dan Makam Syech Abdul bin Aspan. Selain itu juga ada workshop dan display golok sembelih qrisdoren yang menjual golok dengan kualitas mumpuni.
"Kelebihan golok qrisdoren ini ketajamannya menyamai katana jepang (samurai). Karena pengrajinnya itu belajar dan membawa alat asahnya langsung dari Jepang," tambahnya. (why)





