Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menyampaikan bahwa gangguan suplai air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Barat bukan karea kekeringan, tapi akibat kendala teknis dan anomali suplai.
"Sejauh ini, yang di Jakarta Barat itu bukan karena kekeringan, tapi memang adanya anomali suplai ataupun gangguan-gangguan teknis," jelas Humas PAM Jaya, Gatra Vaganza saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).
Diungkapkan Gatra, pihaknya menerapkan skema suplai air tambahan melalui pengiriman tangki untuk para pelanggan yang mengalami kendala teknis.
"Jadi kalau misalkan memang sudah pelanggan, terus ada gangguan teknis, nah itu biasanya kita suplai," ujarnya.
Terkait isu kekeringan, pihaknya memastikan tinggi muka air baku masih pada taraf yang aman untuk suplai kepada pelanggan.
"Tapi kita juga tahu bahwa memang di Jakarta Barat itu masih lumayan banyak yang memang belum jadi pelanggan PAM," kata Gatra.
Ia menegaskan bahwa kekeringan yang terjadi saat ini tidak berpengaruh terhadap suplai air PAM Jaya.
"Tapi maksud saya, kalau untuk isu dampak kekeringan saat ini, apakah berpengaruh terhadap suplainya PAM? Itu jawabannya tidak," tegasnya.
Hingga kini pihaknya telah memberikan suplai air bersih ke sejumlah pelanggan dampak gangguan teknis, seperti di wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk.
"Ada di RW 03. Betul (ada permintaan air bersih) selama bulan Agustus, dan hanya satu pelanggan," sebutnya
Gatra mengungkapkan, terkait dampak gangguan teknis, pada bulan yang sama pihaknya juga menyalurkan air bersih ke sejumlah pelanggan di Kelurahan Kapuk.
"Di Kelurahan Kapuk bulan Agustus ini ada enam mobil tangki," sebutnya. (Aji)





