Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Jakarta Penuh Warna (JPW) Edisi 3 Tahun 2026 bertema ‘Gema Warna Musik Ibu Kota’ yang dirangkai dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), berlangsung di halaman Gedung Blok B Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Minggu (11/10).
Kegiatan ini memadukan pelestarian budaya, olahraga, hiburan, dan edukasi lingkungan dalam menjaga kesehatan, melestarikan budaya Jakarta, serta membangun kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya. Dimulai dari senam kesegaran bersama, parade budaya, tarian Nusantara, pertunjukan ondel-ondel, musik, dan gerakan pilah sampah. Kemeriahan menghadirkan bintang tamu Raim Laode yang tampil membius pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama gerakan pilah sampah oleh kader PKK Jakarta Barat yang dibacakan oleh Eka Ali Murthadho, bersama jajaran pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan. Hadir Sekko, Imron Sahri, Aspem Holi Susanto, Askesra Depika Romadi, kasuban dan kasudin serta camat lurah beserta jajarannya.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan penyelenggaraan Jakarta Penuh Warna yang dipadukan dengan kegiatan HBKB memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati ruang publik melalui berbagai aktivitas positif.
Menurutnya, kegiatan HBKB yang digelar secara rutin setiap bulan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun berlari tanpa menggunakan kendaraan bermotor.
“Warga dari delapan kecamatan datang ke sini. Bahkan, ada yang datang dari Jakarta Timur, Bekasi, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Ini menunjukkan kegiatan Jakarta Penuh Warna (JPW) menjadi salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat,” ujar Iin.
Ia menambahkan, JPW juga menjadi wadah untuk menampilkan potensi seni dan budaya Ibu Kota. Berbagai pertunjukan yang disuguhkan mencerminkan kekayaan budaya Jakarta yang perlu terus dijaga dan dilestarikan, terutama menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027. Iin mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan, kebersamaan, dan merawat keberagaman.
Selain itu, Iin menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan membiasakan pemilahan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Target kita 70 persen sampah diolah di hulu. Hanya residu yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sekitar 30 persen saja,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Jakarta Barat juga tengah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah dengan konsep tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) di Meruya Selatan yang direncanakan menjadi percontohan pengolahan sampah dari sumbernya di wilayah Kembangan.
“Kami berharap gerakan tersebut dapat didukung oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, kader PKK, hingga warga di tingkat kecamatan dan kelurahan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Faksi Hanadi Putra, mengatakan JPW 2026 merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menyemarakkan perayaan lima abad Jakarta yang akan diperingati pada 2027.
Menurutnya, kegiatan tersebut mulai dilaksanakan melalui rangkaian roadshow di lima wilayah administrasi Jakarta. Jakarta Selatan menjadi wilayah pertama yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, disusul Jakarta Barat sebagai lokasi pelaksanaan kedua.
“Konsepnya adalah menyebarkan kemeriahan perayaan lima abad Jakarta yang akan berlangsung tahun depan. Saat ini kami sudah memulai roadshow dan nantinya akan dilaksanakan di lima wilayah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, JPW menghadirkan beragam objek kebudayaan, mulai dari parade budaya, tarian, pertunjukan ondel-ondel, hingga kesenian masyarakat Jakarta. Rangkaian kegiatan tersebut juga dipadukan dengan olahraga bersama dan kampanye Jakarta Barat Pilah Sampah.
“Harapannya, masyarakat Jakarta semakin peduli terhadap budaya Jakarta. Selain itu, kondisi badan yang sehat juga dibutuhkan untuk membuat Jakarta semakin kuat,” jelasnya. (Izu)





