Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Majelis Taklim Kaum Ibu Masjid Al Ittihad, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Senin (28/9).
Dalam sambutannya, Iin mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi momentum untuk meneladani akhlak, kepemimpinan, dan kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk meneladani akhlak, kepemimpinan, dan kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga maupun bermasyarakat,” ujar Iin.
Pada kesempatan tersebut, Iin juga mengajak kaum ibu untuk berperan aktif mendukung gerakan pilah dan olah sampah dari rumah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugas pemerintahan dan membutuhkan dukungan serta keterlibatan masyarakat, termasuk majelis taklim sebagai penggerak lingkungan.
“Peran wanita sangat mendasar dan penting, bukan hanya dalam kehidupan keluarga, tetapi juga di lingkungan masyarakat dan negara. Saya ingin ibu-ibu menjadi motor penggerak dalam menyukseskan gerakan pilah dan olah sampah,” ungkapnya.
Iin menjelaskan, masyarakat perlu mengenali tiga jenis sampah, yakni organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik meliputi sisa makanan dan sampah dapur, sedangkan anorganik antara lain plastik, kertas, dan botol. Adapun sampah B3 seperti baterai bekas, obat-obatan, dan limbah medis perlu ditangani secara khusus.
Ia berharap majelis taklim dapat menjadi pelopor pemilahan sampah sekaligus mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Iin mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air di tengah kondisi cuaca panas yang berkepanjangan. Warga diminta menggunakan air seperlunya dan memanfaatkan kembali air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman.
“Gunakan air seperlunya. Kalau sudah selesai mencuci, segera tutup keran. Kalau bisa, air yang masih dapat dimanfaatkan kembali bisa digunakan untuk menyiram tanaman,” pungkasnya. (Lam)






