Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau proyek pembangunan sarana dan prasarana Kali Angke segmen Permata Buana, RT 13 RW 09 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (3/11).
"Hari ini kita meninjau langsung kegiatan pembangunan prasarana dan sarana Kali Angke, di Segmen Permata Buana," ujarnya.
Diakui Pramono, kawasan Kali Angke segmen Permata Buana, masih berpotensi mengalami banjir. Meski pembangunan sarana dan prasarana sungai telah mencapai 90 persen, namun secara topografi, kawasan ini berada di cekungan.
"Cekungannya itu ada di paling bawah dan walau pun sudah kita lakukan pemancangan dan sebagainya, kurang lebih 2,05 km," ujar Pramono.
"Terus terang saja bahwa potensi banjir di tempat ini masih cukup ada. Tetapi yang jelas bahwa volume dan debitnya pasti mengalami berkurang banyak," sambungnya.
Oleh sebab itu, lanjut Pramono, keberadaan embung sangat diperlukan untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir yang telah ibangun. Karena, bila mengandalkan infrastruktur sungai itu belum cukup mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut.
"Tadi saya menyetujui untuk dibuatkan embung, supaya catchmen-nya, daya tampungnya juga bertambah. Sebab kalau hanya mengandalkan infrastruktur yang ada saja, saya yakin pasti tidak cukup," jelasnya.
Pramono meminta kepada jajarannya untuk mempersiapkan pembangunan embung tambahan di wilayah Jakarta Barat. Karena kawasan tersebut masih sangat kekurangan embung untuk menampung air.
"Tetapi saya minta dari sekarang dipersiapkan untuk nambah embung yang ada di Jakarta Barat yang dirasa sangat kurang sekali," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan, wilayah Rawa Buaya dan Cengkareng masuk rencana penanggulangan banjir Pemprov DKI Jakarta.
Untuk wilayah Cengkareng (Kapuk), lanjut Ika Agustin, pihaknya sedang membangun polder Kali Apuran. Sedangkan, penanggulangan banjir di kawasan Rawa Buaya, akan dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana Kali Angke.
"Rawa Buaya, beserta nanti sekaligus penyelesaian Kali Angke ini kami laksanakan multiyears dari 2027 sampai dengan akhir 2028,"tukasnya.
Ika menjelaskan, penanganan tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2029. Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Jakarta Barat telah melakukan upaya dalam mitigasi banjir yakni melakukan pengerukan sejumlah saluran air secara terpadu melalui program gerebek lumpur.
Kegiatan tersebut melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas SDA, kecamatan, hingga tingkat kota.
Hadir dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningkrum, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, Kadis Kominfotik DKI, Marulina Dewi Mutiara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. (why)





