Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, menyebut sedikitnya 52 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di posko tersebut, terdiria atas karyawan perusahaan otobus, penumpang, dan masyarakat di sekitar terminal. Posko dibuka di area Terminal Kalideres pada Rabu, 9 September 2026 dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.
“Jadi posko kesehatan ini didirikan kerja sama dari Jasa Raharja dan Polsek Kalideres. Tujuannya untuk mengecek kesehatan bagi penumpang yang mengalami masalah kesehatan, terutama permasalahan pernapasan, baik yang datang dari Sumatra maupun yang datang dari Banten,” jelas Prasetyo, Rabu (9/9).
Ia menyebut, pemeriksaan yang diberikan meliputi kondisi pernapasan, tekanan darah, kolesterol, serta gula darah. Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah pasien yang mengalami radang tenggorokan.
“Untuk saat ini belum ditemukan gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Hanya saja tadi ada sejumlah pasien yang mengalami radang tenggorokan, sementara mayoritas memiliki permasalahan pada tekanan darah. Jadi masih taraf batas normal,” ungkap Prasetyo.
Lebih lanjut diungkapkan, upaya mitigasi di Terminal Kalideres telah dilakukan sejak 5 September 2026 lalu. Pihaknya sebelumnya telah membagikan masker kepada pedagang maupun penumpang sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, petugas juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan gejala gangguan kesehatan yang muncul.
“Harapannya supaya penumpang yang naik dan turun di Terminal Bus Kalideres ini dalam keadaan sehat-sehat semua. Dan para pedagang serta petugas yang ada di Terminal Kalideres ini juga diberikan kesehatan, sehingga dapat melayani para penumpang dengan maksimal,” pungkasnya. (Aji)





