Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat menangani sebanyak 793 pohon yang tersebar di delapan kecamatan dan 56 kelurahan selama September 2026.
Kepala Sudis Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, mengatakan penanganan dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mengantisipasi pohon rawan tumbang.
βSelama bulan September 2026, total yang kami tangani sebanyak 793 pohon yang tersebar di delapan kecamatan dan 56 kelurahan se-Jakarta Barat,β ujar Dirja saat dikonfirmasi, Senin (5/10).
Penanganan dilakukan oleh tim tingkat kota bersama Satgas atau Pasukan Hijau yang berada di delapan kecamatan. Bentuk penanganan meliputi pemangkasan atau penopingan, penebangan, hingga evakuasi pohon yang rawan tumbang.
Dari total tersebut, sebanyak 528 pohon menjalani penopingan ringan, 142 pohon penopingan sedang, dan 18 pohon penopingan berat. Selain itu, terdapat 90 pohon yang ditebang, sembilan pohon sempal, dan enam pohon tumbang.
Dirja menjelaskan, jenis pohon yang ditangani cukup beragam, di antaranya angsana, akasia, beringin, mangga, asam kranji, jambu air, ketapang, glodokan, dan petai cina.
"Penanganan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pohon tumbang atau dahan patah yang dapat membahayakan warga serta pengguna jalan," pungkasnya. (Aji)





