Sebanyak 67 petugas gerobak pemilah sampah RW se-Kelurahan Meruya Selatan, mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di RPTRA Manuver, Jalan Perumahan Unilever Kembangan, RT 01 RW 09 Kelurahan Meruya Selatan, Selasa (6/10).
Camat Kembangan, Fahmi Karsawijaya menuturkan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengajak petugas gerobak pemilah sampah, kader PKK dan Dasawisma, untuk mengikuti program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga nantinya mereka dapat terlindungi bila terjadi kecelakaan kerja.
"Diharapkan mereka jadi lebih nyaman dalam melaksanakan pemilahan dan bekerja sebagai petugas pengangkut sampah pilah maupun sebagai kader Dawis dan PKK di wilayah," ujarnya.
Dilanjutkan Fahmi, untuk menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan, mereka hanya membayar iuran senilai sekitar Rp 8 ribu setelah mendapat diskon sebesar 50 persen dari iuran progam BPJS Ketenagakerjaan mandiri sebesar Rp 18.600.
Dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Fahmi, mereka akan mendapatkan jaminan sosial, diantaranya jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Fahmi berharap, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan mendorong mereka lebih tenang bekerja sehingga semakin produktif.
"Dari 4 Kelurahan di Kecamatan Kembangan total terdata sekitar 200 petugas gerobak pemilah sampah. Nantinya secara bertahap sosialisasi ini dilakukan ke kelurahan yang lain," tambahnya.
Ditempat yang sama, Lurah Meruya Selatan, Muhammad Maizar menambahkan, semenjak penerapan Ingub DKI nomor 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, para petugas pengangkut sampah bertugas mengangkut sampah dari rumah warga ke TPS3R Meruya Selatan.
"Sebelumnya, mereka hanya mengangkuti sampah warga ke TPS di lingkungan RW masing-masing menggunakan gerobak dan Germor," ujarnya.
Dengan penerapan ingub sekaligus pola perubahan pengangkutan, diakuinya berdampak pada lintasan pengangkutan menuju TPS 3R yang lokasinya lebih jauh dari sebelumnya. Oleh karena itu, jaminan sosial ini sangat penting agar mereka lebih tenang saat bekerja.
"Yang dibawa ke TPS3R itu merupakan sampah yang sudah dipilah. Namanya kerja, kecelakaan itu kan tidak melihat waktu dan tempat, karenanya jaminas sosial itu penting," tegasnya.
Sementara itu, seorang petugas gerobak pemilah sampah RW 07 Meruya Selatan, Nanda, mengaku senang dan tertarik mengikuti program mandiri BPJS Ketenagakerjaan. Karena besaran iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang ditetapkan dinilai masih sangat terjangkau.
"Jadi kami merasa tenang dalam bekerja karena ada jaminan kecelakaan kerja dan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya. (why)





