Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) menggelar Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang diikuti sebanyak 598 siswa di SDN Cengkareng Barat 07, Kamis (3/9).
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra), Depika Romadi menuturkan bahwa Pemkot Jakarta Barat mendukung sepenuhnya kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
"Mari kita sama-sama menggerakkan gerakan ini bukan cuma sebagai slogan, tapi benar-benar gerakan yang bisa mengubah pola dan budaya anak-anak kita," ujar Depika.
Ia menekankan pentingnya inovasi dari orang tua dan sekolah agar anak-anak mau mengonsumsi ikan secara rutin.
"Gimana kira-kira cara kita supaya bisa mengubah budaya? Kita sebagai orang tua, baik dari guru, komite, untuk sekolah-sekolah tertentu yang tiap hari memberikan makanan, bisa melakukan inovasi-inovasi yang bisa mengubah perilaku. Seperti apa? Tadi anak-anak bilang bahwa kasih ikan karena ada tulang, amis, ada geli. Nah, itu kan betul tantangan kita," jelasnya.
Dilanjutkan Depika, tantangan tersebut harus dijawab dengan cara menyajikan menu makanan olahan ikan agar lebih disukai anak.
"Tapi bagaimana kita orang tua bisa mengubah ikan yang tadinya ada tulang, yang amis, dan geli itu kan bisa menjadi satu makanan yang menggugah selera anak-anak. Kenapa? Karena jika makanan disajikan anak-anak suka, selera makan anak-anak terbuka, maka jalan kita menjadi satu gerakan akan berhasil," ujar Depika.
Ia berharap, gerakan memasyaratkan makan ikan bukan dijadikan slogan namun bisa mengubah prilaku dan perbuatan anak-anak agar gemar dan mau mengonsumsi ikan secara rutin setiap hari.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan bahwa angka konsumsi ikan di Jakarta, masih dibawah rata-rata angka konsumsi ikan nasional.
"Kalau tidak salah, berdasarkan perhitungan sementara sebelumnya, kita itu rata-ratanya hanya 50 kg, di bawah 50 kg per kapita per tahun. Sementara untuk nasional sudah 65 kg per kapita per tahun. Ini cukup jauh," tukasnya.
Dijelaskan Hasudungan, mengonsumi ikan sangat penting untuk kecerdasan otak. Karena ikan mengantung protein tinggi.
"Protein tinggi itu mengandung namanya asam amino. Asam amino esensial ini yang dibutuhkan untuk pelajar. Asam amino ini yang menstransfer sinyal kecerdasan otak," ujarnya.
Selain mengandung nutrisi otak, lanjut Hasudungan, mengonsumsi ikan juga menjadi salah satu upaya membantu untuk mengentaskan stunting.
"Itu sudah benar, ada penelitian di Universitas Diponegoro bahwa rutin mengonsumsi ikan, maka angka stuntingnya bisa menurun. Sementara angka stunting di Jakarta masih 17%, masih cukup tinggi. Jadi mungkin dengan pemberian makan ikan melalui kampanye Gemarikan, angka stunting bisa ditekan," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Bety Rahmawati menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan angka konsumsi ikan di wilayah Jakarta Barat dan membiasakan mengonsumsi protein hewani berkualitas tinggi sejak dini melalui olahan ikan yang sehat, bergizi, dan digemari anak-anak.
Kampanye Gemarikan yang berlangsung SDN Cengkareng Barat 07, diisi dengan pemberian paket olahan ikan berisi bandeng presto, fish katsu dan ebi furay.
"Adapun data peserta siswa penerima manfaat Kampanye Gemarikan Tahun 2026, sebanyak 2.950 anak, yang berasal dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakbar. Kami distribusikan secara bertahap," ujarnya.
Untuk tahap pertama, lanjut Bety, Sudis KPKP Jakbar telah mendistribusi sebanyak 598 paket olahan ikan yang dilaksanakan di SDN Cengkareng Barat 07, dengan rincian 129 siswa untuk SDN Cengkareng Barat 01, 95 siswa untuk SDN Cengkareng Barat 03, 123 siswa untuk SDN Cengkareng Barat 04, 94 siswa untuk SDN Cengkareng Barat 05 dan 157 siswa untuk SDN Cengkareng Barat 07. (why)





