Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat bersinergi dengan Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS) melakukan sterilisasi kucing liar dengan metode Trap Neuter Return (TNR) atau ditangkap, sterilisasi dan melepas ke habitat asalnya. Hasilnya, sebanyak 46 kucing liar berhasil disterilisasi.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudis KPKP Jakarta Barat, Tanti mengatakan bahwa penangkapan kucing liar oleh komunitas pecinta kucing tersebut dilaksanakan sejak semalam sebelum pelaksanaan sterilisasi di kantor Kecamatan Kembangan.
“Semalam, mereka tangkep-tangkepin kucing, liar di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Ada kucing yang ditangkap di pasar, disekitar kantor kecamatan dan sebagainya," tukas Tanti, pada kegiatan sterilisasi kucing jantan lokal di Aula Kantor Kecamatan Kembangan, Kamis (1/10).
Dilanjutkan Tanti, kucing-kucing liar tersebut akan disterilisasi sekaligus menjalani perawatan. Setelah itu, kucing dilepas kembali ke habitat asalnya.
“Begitu mereka sembuh baru dilepaskan kembali ke habitat semula,” katanya.
Lebih lanjut Tanti menjelaskan, berdasarkan laporan warga dan pemantauan komunitas, cukup banyak kucing liar yang berkeliaran di Kecamatan Taman Sari, baik jantan maupun betina.
Namun, kegiatan sterilisasi kali ini difokuskan pada kucing jantan. Sementara kucing betina, Sudis KPKP Jakarta Barat bersama komunitas akan kembali melakukan kegiatan TNR di Taman Sari pada kesempatan berikutnya.
“Untuk kali ini kami akan menangkap untuk yang kucing jantan. Untuk yang kucing betina, nanti kami juga akan datang kembali ke sini untuk melakukan TNR,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pencinta Kucing Sehati (KPKS), Friscka Suhanda mengatakan tim KPKS telah menangkap 46 kucing liar di sekitar wilayah Kecamatan Kembangan, seperti di Pasar Kemiri, sekitar kantor Kecamatan Kembangan dan Pasar Bojong.
Menurutnya, keberadaan kucing-kucing tersebut diketahui melalui laporan masyarakat maupun hasil pemantauan komunitas ketika melakukan kegiatan street feeding atau pemberian makanan kepada kucing liar.
“Kebetulan semalam kita berlima. Kalau untuk kucingnya sendiri memang sudah ada di sini. Ada beberapa yang dari laporan warga, ada juga yang memang kita sering keliling street feeding, nah kita tahu di sini ada kucing jantan,” ujar wanita yang akrab disapa Mak Basten.
Untuk proses penangkapan, lanjut Mak Basten, dilakukan dengan menggunakan keranjang dan umpan makanan. Menurutnya, kucing yang sudah terbiasa dengan manusia akan lebih mudah ditangkap.
“Bawa keranjang, terus kita pancing makanan. Yang memang sudah terbiasa sama manusia, gampang diambil, gampang ditangkap,” katanya.
Namun, lanjut Mak Basten, untuk kucing yang lebih liar dan sulit didekati, anggota komunitas menggunakan teknik lain dengan memanfaatkan momen ketika kucing sedang makan.
“Kalau yang nggak, ya kita tubruk. Saat dia makan, dia lengah, kita tubruk pakai keranjang,” ujarnya.(why)





