Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) RT 8 RW 12 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang terdampak pembangunan rumah pompa Kali Apuran telah direlokasi ke sejumlah rumah susun (Rusun) di Jakarta. Proses relokasi dibantu Satpol PP Kecamatan Cengkareng.
Camat Cengkareng, Suhardin mengatakan, bahwa warga yang terdampak pembangunan rumah pompa Kali Apuran, telah dipindahkan atau relokasi ke sejumlah rumah susun. Relokasi sesuai dengan hasil musyawarah dan kesepakatan warga.
"Kami telah memberikan tenggang waktu dua pekan kepada warga untuk membongkar sendiri bangunannya setelah sepakat dipindahkan ke rumah susun," ujarnya, saat dikonfirmasi, Minggu (25/10).
Menurut Suhardin, sebanyak 40 KK dari 59 KK yang terdampak pembangunan rumah pompa Kali Apuran telah direlokasi ke sejumlah rumah susun di Jakarta dengan rincian 36 KK direlokasi ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi, 1 KK direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, 1 KK direlokasi ke Rusun Rorotan, dan 2 KK direlokasi ke Rusun Pulogadung.
"Jadi total warga yang telah direlokasi berjumlah 40 KK. Sedangkan sisanya, 19 KK memilih alternatif tinggal di tempat lain, dengan rincian 5 KK pulang ke kampung halaman, dan 14 KK memilih untuk sewa rumah (ngontrak) atau pindah ke rumah saudaranya," jelasnya.
Dilanjutkan Suhardin, proses relokasi berjalan kondusif dan humanis dengan bantuan Satpol PP Kecamatan Cengkareng, dan PPSU Kelurahan Kapuk. Pihaknya juga membuat Posko layanan kependudukan dan mutasi sekolah.
"Alhamdulillah proses relokasi berjalan lancar, aman, dan kondusif. Selain membantu proses pengangkutan barang-barang warga dengan truk Satpol PP, kami juga telah membuka Posko layanan administrasi kependudukan dan mutasi sejak tanggal 15-23 Oktober 2026. Kami juga telah membantu 1 kursi roda untuk 1 orang yang membutuhkan," tukas Suhardin.
Ia menambahkan, pembangunan rumah pompa Kali Apuran ini sangat penting dan strategis untuk penanganan banjir di wilayah Kapuk dan sekitarnya.
"Rumah pompa Kali Apuran dibangun untuk pengendalian banjir. Kalau sudah jadi, wilayah Kapuk yang selama ini langganan banjir bisa lebih terkendali," pungkasnya. (why)





