Sebanyak 200 petugas gabungan Kecamatan Cengkareng melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (4/11). Kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan serta menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, tertib, dan nyaman.
Penertiban diawali dengan apel persiapan yang dipimpin Camat Cengkareng, Suhardin, yang berlangsung di Kantor Pengelola Mutiara Taman Palem RW 14, Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng.
Cemat Cengkareng, Suhardin mengatakan, keberadaan PKL di sepanjang jalan lingkungan RSUD Cengkareng mengganggu aktivitas masyarakat, terutama karena kawasan tersebut merupakan akses warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Keberadaan PKL di sepanjang jalan lingkungan RSUD Cengkareng sangat mengganggu aktivitas masyarakat, baik siang maupun malam hari. Terlebih, kawasan tersebut merupakan akses bagi warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Keberadaan PKL, lanjut Suhardin, juga menimbulkan kesan kumuh akibat sampah sisa dagangan yang dibuang sembarangan hingga memicu bau tidak sedap.
Dijelaskan Suhardin, persoalan PKL bukan kali pertama ditangani. Sebelumnya, petugas telah melakukan penertiban, dan para pedagang sempat berpindah lokasi. Namun, sebagian kembali berjualan karena mengaku lokasi sebelumnya kurang diminati pembeli.
"Memang sebelumnya sudah dilakukan penertiban dan mereka sempat mengikuti arahan untuk pindah. Namun, karena dagangannya kurang laku di lokasi tersebut, akhirnya mereka kembali lagi. Padahal, jalan itu merupakan fasilitas umum yang juga menjadi hak masyarakat untuk beraktivitas," jelasnya.
Sebagai solusi, pihak kecamatan telah mengarahkan para pedagang untuk berjualan di lokasi yang telah disediakan, di antaranya Pasar Cengkareng maupun lahan kosong yang dikelola organisasi masyarakat (ormas) tidak jauh dari kawasan RSUD.
Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, mengatakan penertiban melibatkan sekitar 200 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI-Polri, PPSU, serta petugas keamanan Kompleks Taman Palem.
"Mereka terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polri-TNI, PPSU dan keamanan komplek Taman Palem," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Herry, petugas menertibkan sebanyak 5 gerobak dan belasan perlengkapan dagang PKL.
"Sebanyak 5 gerobak dan belasan perlengkapan pedagang kaki lima yang kami tertibkan. Semuanya diangkut mobil pol PP,"ujarnya.
Selain menertibkan PKL, lanjut Herry, petugas Dinas Perhubungan melakukan penertiban parkir liar. Hasilnya, sebanyak 55 motor kena Oprasi Cabut Pentil (OCP), 6 motor diangkut, dan 1 mobil dideres untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. (why)





