Sebanyak 128 warga penyintas kebakaran RT 006 RW 01 Kelurahan Keagungan, Taman Sari, masih bertahan di tenda pengungsian BPBD DKI Jakarta didirikan di Jalan Keadilan V, RW 01 Kelurahan Keagungan. Tenda dipasang hingga Sabtu (31/10) lusa.
Lurah Keagungan, Sahat Marulitua Simorangkir mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (26/10) lalu, mengakibat sebanyak 34 KK atau 128 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi sementara pada tenda pengungsian BPBD DKI Jakarta.
"Untuk pengungsian Kami siapkan tempat lengkap dengan fasilitas pendukung seperti kipas, matras dan lain-lain. Termasuk logistik dan sandang dipastikan mencukupi," ujarnya, saat dikonfirmasi Rabu (28/10).
Pasca kebakaran, Sahat mengimbau warga yang tinggal di permukiman padat penduduk, untuk selalu waspada dan melakukan pencegahan terhadap potensi bahaya kebakaran, seperti penggunaan peralatan dan instalasi listrik yang rawan terbakar, mengecek instalasi kompor gas agar tidak bocor serta pemanfaatan kelistrikan yang sesuai standar keamanan.
"Kami juga akan mengerahkan petugas PPSU dibantu BPBD, Suku dinas Sosial dan Lingkungan Hidup untuk melakukan pembersihan area permukiman yang terbakar, Kamis (29/10)," ujar Sahat.
"Karena kondisi warga yang masih membutuhkan dukungan, lokasi pengungsian ini Kami pertahankan hingga Sabtu nanti," sambungnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Keagungan, Dewi Maesaroh mengapresiasi upaya jajaran Pemprov DKI Jakarta, yang tanggap bencana, mulai dari proses pemadaman,pemenuhan kebutuhan bantuan pangan dan sandang, hingga penanganan penyintas kebakaran. Semuanya tertangani dengan baik.
Meski begitu, Dewi mengaku ke depannya para penyintas kebakaran membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar mereka bisa memiliki hunian kembali. Sehingga kehidupan warga bisa kembali normal sediakala.
"Kami mohon dukungan dan bantuan dari berbagai pihak agar warga bisa kembali mendirikam bangunan mereka sehingga kehidupannya pulih segera," tandasnya. (why)





