Kantor WALIKOTA JAKARTA BARAT Tempat Kami Menumpahkan Segenap Pikiran & Tenaga Demi Kesejahteran Masyarakat

DETAIL BERITA

Kota Administrasi Jakarta Barat

Balita Gizi Buruk Dirawat di RSUD Kalideres

Kesejahteraan Masyarakat 10 Mei 2022  74 Reporter : Wahyu CP Edited By Izzudin

Rumah Sakit Umum Daerah Kalideres

Kesejahteraan Masyarakat      


 Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui suku dinas kesehatan  memantau secara intensif balita gizi buruk yang dirawat di RSUD Kalideres. 

"Kita telah menindaklanjuti temuan kasus balita kurus sekali/gizi buruk yang berada di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres Jakarta Barat. Balita itu masih dirawat di RSUD Kalideres untuk dilakukan peningkatan status gizinya dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara intensif," papar Plt Kasudin kesehatan Jakarta Barat, Yudi Dimyati, Selasa (10/5). 

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, balita tersebut didiagnosa Nutritional Marasmus/Gizi Buruk. Pihaknya memberikan terapi F-100, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). "Pembuatan cairan F-100 dibantu oleh kader Posyandu," ucap Yudi. 

Pun Pada bulan April 2022, yudi mengatakan pernah juga dilakukan penimbangan dengan BB/TB 5.5 kg/78 cm. "Kriteria status gizi adalah kurus sekali. Hasil ini dilaporkan oleh kader PKK, kader Posyandu dan kader dasawisma ke Puskesmas Tegal Alur 1 dan Kantor Kelurahan Tegal Alur," ujar dia. 

Yudi memaparkan, balita yang mengalami gizi buruk itu diketahui bernama Daffa Juniarka. Usianya, 1 tahun 10 bulan, dan kelamin Laki-laki. Ia merupakan anak ke 5 dari 5 bersaudara pasangan suami istri, Maman dan Usnaya. 

"Maman bekerja sebagai buruh serabutan, dan istrinya,  Usnaya binti Usman hanya sebagai Ibu rumah tangga. Mereka berdomisili di Jl. Lingkungan III RT 14/ RW 03 Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kondisi sosial ekonomi, Maman seorang buruh, penghasilannya tidak tetap, dan Usnaya istrinya yang hanya sebagai ibu rumah tangga sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mereka Tinggal di rumah petak dengan kondisi dan kebersihan/kesehatan lingkungan yang kurang memadai sanitasinya ( tidak mempunyai sarana air bersih dan jamban sehat)," beber Yudi. 

Pengetahuan ibu tentang pola asuh anak juga sangat kurang. Selama ini, kader posyandu kerap mengunjungi rumah pasien setiap bulan. Namun orang tua dan anak tidak ada di rumah. 

"Menurut informasi, mereka sedang pergi kerumah saudaranya, dan ketika bertemu, ibu balita menolak untuk mengikuti pos timbang dengan alasan repot, sehingga anak tidak terpantau tumbuh kembangnya. Ketika balita sakit, lebih sering diobati di klinik terdekat dibanding ke puskesmas ," jelas Yudi. 

Guna mengatasi permasalahan tersebut,  lanjut Yudi, petugas puskesmas bersama kader PKK, Posyandu dan dasawisma melakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan balita. 

Selain masalah kesehatan, Yudi juga melakukan sosial ekonomi berkolaborasi dengan aparatur kelurahan, puskesmas , tokoh masyarakat (RT, RW, Kader, LMK) untuk memberikan bantuan sembako kepada orangtua serta popok buat balitanya. Termasuk, aksi penggalangan dana masyarakat untuk membuat makanan tambahan bernutrisi untuk diberikan kepada balita setiap hari. 

Yudi menerangkan, keluarga Maman sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Ibu balita tercatat penerima PKH, sedangkan dua anak yang masih  sekolah menerima KJP. Sudis PPAPP melalui PLKB Kelurahan Tegal Alur dan para kader PKK juga telah melakukan pembinaan dan edukasi terkait pola asuh dan pentingnya mengikuti kegiatan penimbangan baik melalui posyandu maupun pos timbang," pungkasnya. (why)




BERITA TERBARU
...    
...    
...    
...    
...    
FASILITAS
  
Pendidikan

  
Kesehatan



  
Olah Raga