Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah melakukan silaturahmi dengan warga Krukut, Kecamatan Taman Sari, dan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, pasca tawuran yang terjadi pada 1 dan 2 Januari 2026, di Gedung Grha Finelink, RW 01, Kelurahan Krukut, Taman Sari, Senin (5/1) malam.
Hadir dalam kegiatan itu, Camat Tambora, Pangestu Aji, Camat Taman Sari, Simson Hutagalong, para lurah se-Kecamatan Taman Sari dan Tambora, Tiga Pilar kecamatan Tambora dan Taman Sari, pengurus RT dan RW serta masyarakat dari kedua kelurahan tersebut.
Dalam arahannya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menuturkan bahwa pemerintah hadir untuk mendengarkan aspirasi warga sekaligus mencari solusi bersama.
"Saya senang berdialog. Saya perlu diskusi dan cerita apa uang diingkan, bukan kami yang inginkan, tapi kami hadir untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat," tuturnya.
Langkah kongkret pencegahan terulangnya kembali aksi tawuran, Pemkot Jakarta Barat membuka akses atau kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti pelatihan kerja melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) bekerjasama dengan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi.
Warga Krukut dan Tanah Sereal akan difasilitasi sejumlah program pelatihan yang tersedia di PPKD tersebut.
"Kami siapkan kesempatan khusus, nanti dari Dishub akan disiapkan bus sekolah yang dipakai untuk mengantarkan warga melihat langsung pelatihan kerja di PPKD,” kata Iin.
Di lembaga pelatihan tenaga kerja tersebut, lanjut Iin Mutmainnah, terdapat sejumlah program pelatihan kerja, seperti bengkel motor, tata boga, tata rias, barista dan sebagainya. Program pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan dan peserta akan mendapatkan sertifikat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah juga menyoroti sejumlah potensi yang ada di wilayah Kecamatan Taman Sari dan Tambora. Taman Sari, misalnya, memiliki potensi dari bidang pariwisata dan budaya, sementara wilayah Tambora memiliki potensi sebagai kawasan industri konveksi.
"Tambora dikenal banyak usaha konveksi yang membutuhkan lowongan penjahit, tenaga obras dan sebagainya, Ini peluang kerja yang dekat dengan warga," tukasnya.
Untuk pencegahan tawuran, Iin menekankan pentingnya penguatan aktivitas positif bagi generasi muda, seperti kegiatan keagamaan, olahraga, dan seni budaya. Ia juga mengingatkan pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Umumnya tawuran terjadi dipicu dari media sosial. Jadi anak-anak harus bijak dalam memilih pergaulan dan menggunakan media sosial," tambahnya.
Sebelumnya, Camat Taman Sari, Simson Hutagalung menuturkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai ajang menjalin tali silaturahmi antara warga Taman Sari dan Tambora.
"Kita datang ini untuk bersilaturahmi, bukan mediasi. Karena sejatinya, kita semua satu keluarga besar. Keluarga besar di kota Jakarta Barat, yang didalamnya terdapat Kecamatan Tambora dan Taman Sati. Malam ini, kita bersilaturahmi sekaligus mendengarkan arahan dari Wali Kota Jakarta Barat, yang juga kepala keluarga di wilayah Jakarta Barat," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Tambora, Pangestu Aji. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi. Meski banyak simpang siur informasi namun sejatinya wadah ini menjadi ajang untuk bersilaturahmi.
"Saya yakin dan percaya, kita semua satu keluarga. Di sini juga ada orangtua dan teman-teman saya. Mari, kita satukan persepsi dan kita rajut kebersamaan dan keharmonisan untuk kemaslahatan," tuturnya. (why)





