Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 dan 2 Jakarta Barat mengadakan seminar penguatan TPPK, Tata Kelola Keuangan, Peningkatan Mutu Pendidikan, PIK R dan Pengukuhan Tim TPPK Tahun 2026 di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (15/1). Kegiatan secara hybrid dibuka Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah.
"Hari ini menjadi momen penting ketika Sudis Pendidikan 1 dan 2, bercerita soal bagaimana mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman, itu tidak bisa sendirian. Saya katakan itu, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengawali sambutannya.
Dijelaskan Iin, mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman diperlukan sinergi dan kerjasama sema pihak agar dapat melangkah bersama demi masa depan generasi mudah yang lebih baik.
"Kami telah berdiskusi mengenai target jangka panjang untuk wilayah Jakarta Barat. Karena pada tahun 2027, kita memiliki visi besar untuk mewujudkan Jakarta Barat sebagai Kota Sehat dan Kota Layak Anak. Salah satu indikator utamanya adalah pemenuhan hak anak, dimana sektor pendidikan memegang peranan paling krusial," katanya.
Untuk mencapai target itu, lanjut Iin Mutmainnah, diperlukan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi dan dunia usaha. Dan, langkah awal yang paling penting adalah melalui edukasi.
Bicara edukasi, Iin Mutmainnah menuturkan bahwa salah satu instrumen utama dalam edukasi remaja adalah PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja).
"Di sini hadir pula Duta GenRe (Generasi Berencana) yang akan menjadi pionir dan kader PIK-R di sekolah-sekolah. Melalui program ini, remaja diharapkan memiliki pemahaman yang matang mengenai kesehatan reproduksi, serta mampu menghindari perilaku negatif seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," tuturnya.
Ke depan, lanjut Iin Mutmainnah, dirinya akan membuat kebijakan agar seluruh sekolah di wilayah Jakarta Barat, wajib memiliki PIK-R.
"Dari 2000 sekolah (negeri, swasta maupun sekolah dibawah naungan Kemenag) di Jakarta Barat, baru 67 sekolah yang memiliki PIK R. 13 sekolah diantaranya yang berstatus aktif. Nanti, saya akan susun regulasi melalui surat instruksi agar seluruh sekolah wajib memiliki PIK-R. Program ini harus terintegrasi dengan kinerja guru BK. Dengan adanya konselor sebaya di setiap sekolah, diharapkan para siswa dapat saling mengedukasi dan menjaga satu sama lain secara berkelanjutan," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Diding Wahyudin mengatakan, kegiatan seminar penguatan TPPK, Tata Kelola Keuangan, Peningkatan Mutu Pendidikan, PIK R dan Pengukuhan Tim TPPK Tahun 2026, diikuti sebanyak 500 peserta secara luring (tatap muka) dan 384 peserta secara daring melalui zoom meeting, YouTube dan Instagram, yang terdiri dari unsur Kasatlak, pengawas serta seluruh jajaran dan masyarakat pendidikan di Sudis Pendidikan Wilayah 1 dan 2.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung penguatan sekolah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.
Seminar penguatan TPPK, Tata Kelola Keuangan, Peningkatan Mutu Pendidikan, PIK R dan Pengukuhan Tim TPPK Tahun 2026, menghadirkan sejumlah narasumber yakni Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Profesor Dr. Hj. Anna Mariana, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Administrasi Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat, Inspektur Pembantu Kota Administrasi Jakarta Barat, Reni Septianawati serta Tokoh Pemuda Jakarta Barat, H. Umar Abdul Aziz. (why)





