Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meninjau langsung pelaksanaan Verifikasi Lapangan (Verlap) Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Utama 2026 di RW 08, Kota Bambu Selatan (KBS), Palmerah, Senin (27/7).
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, menegaskan komitmen Pemkot Jakarta Barat dalam menjaga keberlanjutan program ProKlim di wilayahnya melalui penguatan kolaborasi lintas Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD).
"Pemkot Jakarta Barat mengedepankan prinsip kerja kolaboratif. Dukungan tidak hanya datang dari Sudis LH melalui sarana pengolahan sampah dan pelatihan, tetapi juga lintas UKPD seperti Sudis SDA untuk penataan saluran, Sudis KPKP untuk urban farming, hingga pemberdayaan ekonomi sirkular warga. Kami memastikan ProKlim didukung ekosistem birokrasi yang terintegrasi," ujar Yuli Hartono.
Yuli juga mengapresiasi tinggi konsistensi warga RW 08 Kota Bambu Selatan yang mampu membangun budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan, serta menginstruksikan jajaran wilayah untuk menjadikan RW 08 sebagai contoh percontohan (role model).
"Mengubah mindset dan perilaku masyarakat untuk konsisten memilah sampah dari sumbernya itu tidak mudah. Gotong royong di RW 08 ini adalah bukti nyata keberhasilan penataan wilayah. Saya minta para camat dan lurah dapat mereplikasi praktik baik (best practice) ini ke RW-RW lainnya di Jakarta Barat," tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Sudis LH Jakarta Barat, Aldi Jansen, menyampaikan bahwa pencapaian RW 08 KBS menembus verifikasi ProKlim Utama merupakan hasil dari proses panjang intervensi lingkungan yang berbasis partisipasi aktif masyarakat.
"Proses di RW 08 ini berawal dari penataan kebiasaan dan kelembagaan. Mulai dari penanganan sampah di sumber, mitigasi banjir melalui penataan saluran, hingga adaptasi perubahan iklim. Apa yang terbangun di sini diharapkan bisa menjadi blue print studi banding bagi wilayah lain," kata Aldi.
Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas LH DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan, menjelaskan bahwa RW 08 Kota Bambu Selatan merupakan satu dari dua lokasi usulan di Jakarta Barat dari total 17 lokasi RW se-DKI Jakarta yang diverifikasi untuk memperebutkan predikat ProKlim Tingkat Utama 2026 dengan ambang batas nilai minimal 81.
"Verifikasi lapangan ini bertujuan memotret secara nyata aksi mitigasi, adaptasi, dan penguatan kelembagaan warga. Esensi ProKlim bukan sekadar perlombaan, melainkan keberlanjutan," ungkap Elisabeth.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kota Bambu Selatan, Beni Kurniawan, mengungkapkan sejumlah program unggulan yang telah berjalan di pemukiman seluas 4 hektar tersebut, seperti deklarasi pilah sampah di 10 titik RT, pengoperasian 20 unit komposter mandiri, hingga program Sedekah Sampah anak.
"Untuk target jangka panjang ProKlim 2027–2028, kami merancang penguatan ekonomi sirkular berbasis lingkungan dan penguatan kolaborasi, salah satunya bermitra dengan PLN Peduli serta Koperasi Merah Putih. Jika kita ingin melangkah jauh, kita harus bergerak bersama," pungkas Beni.
Kegiatan verifikasi lapangan turut dihadiri oleh Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Pansus Pengelolaan Sampah Husein, Camat Palmerah, Febiandri Sugharto, para lurah se-Kecamatan Palmerah, pengurus RT/RW, Tim Penggerak PKK, Dasawisma, serta tokoh masyarakat yang lainnya. (Yan)





