Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan Forkopimko meninjau persiapan perayaan Imlek 2026 di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Selasa (20/1).
Peninjauan Rano didampingi Iin, jajaran Forkopimko Jakbar dan para anggota DPRD DKI dimulai dari gerbang Jalan Pancoran. Di sepanjang jalan tersebut terdapat sekitar 39 bazar pedagang pernak pernik/asesoris Imlek yang mulai buka sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026. Rano sempat menyapa dan berbincang dengan para pedagang asesoris Imlek di kawasan tersebut.
Berlanjut ke Jalan Petak IX, Rano dan rombongan sempat masuk ke area Wihara Dharma Bhakti. Kunjungan berakhir di Gedung Candra Naya, Jalan Gajah Mada. Di sini Rano dan rombongan disambut Barongsai. Menurutnya, persiapan menjelang Imlek harus dilakukan secara matang, mengingat akan ada pelaksanaan hari besar keagamaan dalam waktu dekat.
"Kita menghadapi Imlek, kemudian kita akan Ramadan, kita akan Idul Fitri. Yang pasti harus kita jaga adalah tentang kerukunan umat beragama," tandas Rano.
Ia mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait parkir kendaraan dan penataan kawasan niaga Glodok. Penataan akan dilakukan setelah proyek revitalisasi kawasan Kota Tua selesai dilakukan.
"Karena sekarang problematik parkir misalnya kan, cuma memang kita harus punya sentral, makanya sekarang kita fokus menyelesaikan Kota Tua dulu. Nanti kita plotting, wilayah ini menjadi apa," ujar Rano.
Nantinya, jika sudah dilakukan penataan, ia memprediksi kawasan Glodok dan Kota Tua akan menjadi magnet ekonomi di masa depan. Terutama, dengan dukungan integrasi transportasi umum di Kota Tua dalam proyek Transit Oriented Development (ToD).
"Kereta api setiap hari 1,5 juta orang tuh. Belum nanti tambah MRT 500 ribu, Transjakarta 500 ribu. Jadi Anda bisa bayangkan tempat ini satu hari 2,5 juta orang, pasti tempat ini akan jauh lebih semarak," tandas Rano.
Untuk itu, ia juga mendorong pemanfaatan bangunan tua di Glodok sebagai penginapan bagi wisatawan. "Saya lihat, ini namanya hostel atau yang namanya guest house, itu pasti akan ramai, harus dimanfaatkan," ujarnya.
Rano optimistis Kota Tua maupun Glodok mampu menyaingi destinasi wisata seperti Malaka di Malaysia, jika penataan kawasan sudah rampung sepenuhnya.
"Ini saya yakin deh, ini Malaka bisa kalah dengan ini," pungkas Rano. (Aji)





