Pengembangan dan penataan kawasan Pecinan Glodok Kecamatan Taman Sari ke depan akan diintegrasikan dengan revitalisasi kawasan Kota Tua yang tengah disiapkan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat melakukan kunjungan bersama DPRD DKI, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan Forkopimko ke wilayah Pecinan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (20/1).
"Saya bukan pertama ini ke sini, artinya saya sudah tau tentang wilayah ini. Tentu akan lebih bagus kalau memang Kota Tua sudah selesai," ujarnya.
Ia mengakui saat ini sejumlah isu di kawasan Pecinan Glodok masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Salah satunya permasalahan parkir kendaraan bagi warga yang berkunjung ke kawasan tersebut. Padahal menurut Rano kawasan Glodok merupakan wilayah yang potensial menjadi destinasi wisata.
Apabila sudah tertata dengan baik, Ia optimistis kawasan Pecianan Glodok bisa lebih baik dan mendatangkan turis lebih banyak dari pada destinasi wisata seperti Malaka di Malaysia. Namun Rano mengakui proses penataan harus dilakukan bertahap dan terukur. Untuk tahap awal, pihaknya akan fokus melakukan revitalisasi di kawasan Kota Tua terlebih dulu.
Ia pun menyebut, setiap harinya jumlah kunjungan orang yang hilir mudik di kawasan Kota Tua mulai dari pengguna Transjakarta, MRT dan Kereta Api Listrik bisa mencapai 2,5 juta orang. Jumlah itu, menurutnya sangat potensial bagi peningkatan ekonomi.
Untuk itu, Rano menyatakan bisa saja kawasan Glodok diplotting menjadi destinasi tempat penginapan bagi pengunjung wisata ke kawasan Kota Tua. Hal itu tersebut sejalan karena kondisi saat ini telah banyak menjamur hostel dan guest house di kawasan Pecinan Glodok.
"Saat Kota Tua selesai, populasi masyarakat yang ada di sekitar ini satu hari 2,5 juta orang. Bayangkan satu hari 2,5 juta orang, pasti nanti tempat ini akan jauh lebih, lebih semarak lagi," pungkasnya. (Aji)





