Tim verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 08, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Rabu (2/9).
Tim yang diketuai Susi Andriani tersebut disambut Plt Camat Kebon Jeruk Pangestu Aji Swandhanu, Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin, TP PKK, pengurus RT/RW, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat.
Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin mengatakan, Proklim memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan sekaligus membangun kekompakan warga dalam menjaga lingkungan.
“Sebenarnya dengan adanya Proklim ini saya berterima kasih. Sangat, sangat-sangat berterima kasih karena program ini sangat berdampak baik, membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali.
Menurut Ali, Proklim mendorong pengurus RT/RW bersama warga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah, kebersihan, keamanan, keindahan, dan penataan lingkungan.
“Alhamdulillah, keguyuban itu terjadi. Masyarakat bersatu sama-sama untuk membangun lingkungan yang nyaman dan aman. Dan tadi sudah bisa dilihat bagaimana keadaannya, dari urban farming-nya, tanaman toga-nya, kebersihannya, dan lain sebagainya,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Sukabumi Utara Matroji mengatakan, tim verifikator meninjau sejumlah program unggulan, di antaranya hidroponik, budidaya maggot, taman PKK, taman makam, dan pemanfaatan rooftop.
"Jadi keguyuban kita, kebersamaan kita ini juga mendapat apresiasi yang sangat bagus dari tim verifikasi, begitu juga dari tim walikota, dari tim kecamatan, dan juga kelurahan. Kami mengucapkan terimakasih semua atas bantuannya," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Verifikator Proklim DLH DKI Jakarta, Susi Andriani menjelaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan aksi mitigasi, adaptasi, dan kelembagaan yang diajukan dalam program sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Setelah kami melihat ke lapangan, alhamdulillah di RW ini yang kami lihat yang pertama adalah keguyuban dari warganya. Jadi, warga di sini saling kekompakan satu sama lain,” ujar Susi.
Susi juga melihat adanya potensi ekonomi melalui UMKM dan kerajinan berbasis 3R yang memanfaatkan sedotan bekas menjadi produk kerajinan. Selain itu, penghijauan melalui pemanfaatan rooftop untuk menanam anggur di sejumlah lokasi dinilai dapat menjadi modal pengembangan RW 08 menuju tingkat Proklim yang lebih tinggi.
“Ini sebenarnya potensi bagi lokasi ini ke depannya untuk berkembang menjadi RW Proklim yang lebih tinggi karena nanti bisa menjadi tempat studi banding bagi lokasi-lokasi lainnya. Dan ke depannya kita harap ini bisa nanti bisa menjadi desa wisatanya Jakarta Barat,” pungkasnya. (Why)





