Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat memperkuat upaya mitigasi kebakaran menyusul meningkatnya frekuensi kejadian sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Suheri mengatakan, secara umum terjadi peningkatan frekuensi kebakaran sebesar 9,51 persen atau bertambah 29 kejadian dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.
“Peningkatan frekuensi kebakaran ini dominan terjadi pada beberapa objek,” ujar Suheri saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).
Menurut Suheri, peningkatan paling signifikan terjadi pada kebakaran sampah, dari sembilan kejadian pada 2025 menjadi 63 kejadian pada 2026. Kebakaran instalasi luar gedung juga meningkat dari 66 menjadi 74 kejadian.
Selanjutnya, kebakaran tumbuhan naik dari sembilan menjadi 25 kejadian, sedangkan kebakaran lapak meningkat dari delapan menjadi 12 kejadian.
Di sisi lain, sejumlah objek mengalami penurunan. Kebakaran bangunan perumahan turun dari 111 kejadian pada 2025 menjadi 78 kejadian pada 2026. Bangunan umum dan perdagangan turun dari 80 menjadi 70 kejadian, sedangkan bangunan industri turun dari 11 menjadi enam kejadian.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, pihaknya melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya sosialisasi penanggulangan kebakaran, pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pembangunan hidran mandiri, serta pengawasan dan pendataan bangunan umum, perdagangan, dan industri.
Dijelaskan Sjuheri, pihaknya juga telah melaksanakan kick off Gerakan Warga Cegah Kebakaran di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora. Sebagai tindak lanjut, pembentukan dan pembinaan Redkar dilakukan di 15 lokasi selama Agustus 2026.
Ke-15 lokasi tersebut meliputi Kelurahan Pekojan, Jembatan Lima, Duri Selatan, Tanah Sereal, Kebon Jeruk, Sukabumi Selatan, Kapuk, Mangga Besar, Tangki, Taman Sari, Wijaya Kusuma, Meruya Utara, Kembangan Utara, Tegal Alur, dan Kota Bambu Utara.
Selain pembentukan Redkar, pelatihan dan simulasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran tingkat RW akan dilaksanakan di 15 lokasi pada Oktober 2026. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Kapuk, Wijaya Kusuma, Maphar, Tangki, Pekojan, Jembatan Lima, Tambora, Tanah Sereal, Kelapa Dua, Sukabumi Selatan, Tegal Alur, Pegadungan, Kota Bambu Utara, Meruya Utara, dan Meruya Selatan.
“Upaya lain yang kami lakukan adalah pengadaan APAR untuk masyarakat sebanyak 670 tabung. Pendistribusian APAR akan dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan prioritas pada lingkungan rawan kebakaran,” jelas Suheri. (Why)





