Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat telah melaksanakan vaksinasi rabies sebanyak 3.692 hewan penular rabies (HPR) di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat, hingga akhir Mei 2026.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudis KPKP Jakarta Barat, Tanti, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya penyegahan penyakit rabies pada HPR sekaligus memutus rantai penularan ke manusia.
"Vaksinasi rabies menjadi upaya preventif untuk menjaga kesehatan hewan serta melindungi masyarakat dari risiko penularan rabies," ujar saat dikonfirmasi Selasa (9/6).
Dijelaskan Tanti, hingga akhir Mei 2026, Sudis KPKP Jakarta Barat telah memvaksinasi sebanyak 3.692 HPR di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat.
Secara rinci per kecamatan, lanjut Tanti, wilayah Kecamatan Kalideres telah melaksanakan vaksinasi sebanyak 781 HPR dengan rincian 47 anjing, 720 kucing,10 kera dan 4 musang. Kecamatan Kembangan telah memvaksin sebanyak 645 HPR dengan rincian 106 anjing, 534 kucing, dan 5 kera.
Kemudian Kecamatan Kebon Jeruk, telah memvaksin sebanyak 349 HPR dengan rincian 30 anjing, 315 kucing, 1 kera dan 3 musang. Kecamatan Palmerah telah memvaksin sebanyak 720 HPR dengan rincian, 48 anjing, 667 kucing, 1 kera dan 4 musang. Kecamatan Grogol Petamburan telah memvaksin sebanyak 129 HPR dengan rincian 29 anjing, 98 kucing, dan 2 kera.
Kecamatan Tambora, telah memvaksin 434 HPR dengan rincian 110 anjing, 320 kucing, dan 4 kera. Kecamatan Taman Sari telah memvaksin 161 HPR dengan rincian 66 anjing, dan 95 kucing dan Kecamatan Cengkareng telah memvaksin 473 dengan rincian 120 anjing, 347 kucing, 4 kera dan 2 musang.
"Realisasi vaksinasi HPR baru 40,48% dari jumlah target vaksinasi tahun 2026 yakni 9300 HPR. Vaksinasi bulan ini baru dilaksanakan dengan layanan jemput bola di lingkungan RW ," ujarnya.
Selain kegiatan vaksinasi, ditambahkan Tanti, pihak Sudis KPKP Jakarta Barat juga melaksanakan program sterilisasi guna mengendalikan populasi kucing secara humanis dan berkelanjutan.
"Program sterilisasi dilakukan untuk menekan laju pertumbuhan populasi kucing serta meningkatkan kualitas kesehatan hewan," tambahnya. (why)






