Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menemukan dugaan praktik pejagalan Hewan Penular Rabies (HPR) di wilayah Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.
Hal itu dibuktikan dari penemuan bungkusan plastik warna hitam berisi potongan diduga organ tubuh anjing yang telah membusuk dekat rumah makan atau lapo Iwan di Jalan Puri Kosambi RW 07, Kelurahan Duri Kosambi.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudis KPKP Jakbar, Tanti menjelaskan bahwa potongan diduga organ tubuh anjing yang terbungkus kantong plastik warna hitam ditemukan di atas kandang hewan.
“Kami menemukan bungkusan plastik hitam yang teronggok. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat bentukan yang menunjukkan spesies tertentu dari HPR, yaitu anjing. Ada bagian rahang, gigi, jari-jari atau digiti, serta bulu dan kulit bagian ekor,” tuturnya.
Ia menilai, temuan itu memunculkan dugaan kuat adanya praktik pemotongan/pejagalan anjing di lokasi tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memastikan hal itu karena perlu pendalaman lebih lanjut bersama instansi terkait.
“Ada dugaan ke tempat pemotongan seperti itu. Tapi kami belum menemukan sampai sejauh itu. Untuk itu kami dibantu oleh teman-teman dari Satpol PP,” ujarnya.
Ia pun memperkirakan bahwa bangkai tersebut telah berada di lokasi selama beberapa hari. Hal itu didasari dari kondisi fisik bangkai yang telah membusuk dan muncul larva (belatung).
“Kalau melihat plastiknya, ada dua lapis. Begitu dibuka lapisan pertama sudah tampak larva kecil-kecil, penuh cairan dan sudah mulai terjadi pembusukan,” jelasnya.
“Mungkin sudah ada di situ sekitar dua sampai tiga hari. Tetapi untuk memastikannya tentu harus melalui pemeriksaan laboratorium,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik Lapo, Iwan membantah bahwa bangkai tersebut didapat berasal dari aktivitas usahanya. Menurutnya, bangkai tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang yang tidak dikenal di sekitar lokasi.
“Cuma kita kan tidak tahu itu bangkai dari siapa. Karena bangkai itu sudah busuk sekali, bukan baru. Kalau memang baru, mungkin kejadiannya hari ini. Tapi ini sudah lama,” kata Iwan.
Ia juga menduga ada pihak tertentu yang sengaja membuang bangkai tersebut di sekitar warungnya.
“Mungkin ada orang yang sengaja menaruh di sini. Dengan kondisi sekarang, mungkin banyak yang syirik atau iri, jadi bangkainya dibuang begitu saja,” tuturnya. (why)





