Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan sterilisasi 200 kucing jantan lokal di Aula Kantor Kecamatan Tambora, Rabu (22/7).
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Tanti, menuturkan bahwa kegiatan sterilisasi menargetkan di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat.
Sterilisasi HPR yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tambora merupakan kali ke empat yang dilaksanakan Sudis KPKP Jakarta Barat tahun 2026.
"Sterilisasi untuk kucing peliharaan warga dan kucing liar yang didaftarkan oleh komunitas pecinta hewan. Total ada 200 kucing," ujarnya.
Dijelaskan Tanti, kegiatan sterilisasi dilakukan dalam rangka mengendalikan populasi kucing. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hewan dan mengantisipasi penyebaran rabies.
Dalam kesempatan ini, Tanti mengungkapkan, sebelum pelaksanaan kegiatan sterilisasi kucing jantan, pihaknya telah membuka pendaftaraan bagi peserta melalui akun media sosial Suku Dinas KPKP Jakarta Barat.
Warga ber-KTP DKI yang telah mendaftar pada kegiatan ini akan dilayani tim Sudis KPKP Jakbar bekerjasama dengan Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri.
"Untuk pelaksanaan selanjutnya dan syarat-syarat lengkap, silakan pantau melalui akun IG Sudin KPKP Jakbar," tegasnya.
Di tempat yang sama, Camat Tambora, Pangestu Aji mengapreasiasi kegiatan yang memfasilitasi warganya melakukan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis, termasuk layanan sterilisasi bagi kucing liar yang berkeliaran di kawasan permukiman warga, lingkungan kantor camat, dan pasar.
"Selain kita semua bebas dari rabies, sebagai sesama mahluk tuhan, kita harus perlakukan kucing dengan semestinya dan menjaga mereka tetap sejahtera," tandasnya.
Sementara itu, Farhan (57) warga Tambora yang juga pemilik kucing mengapresiasi kegiatan sterilisasi kucing di kantor Kecamatan Tambora. Terlebih, layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis.
"Saya sangat apresiasi ya, karena memang untuk biaya steril kucing di klinik hewan sekitar Rp500.000-Rp600.000, itu kan mahal banget," tuturnya.
Dijelaskan Farhan, selama ini, dirinya merawat empat kucing. Selain itu, sejumlah kucing liar di lingkungan rumahnya turut dirawat dengan memberikan makan setiap hari.
"Karena siapa lagi kalau bukan kita yang mau memberikan makan. Saya ada beberapa kucing yang setiap hari datang minta makan pagi dan sore," ungkapnya. (why)





