Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Olimo, depan pintu air Tangki, Jalan Hayam Wuruk, RW 06, Kelurahan Mangga Besar, Taman Sari, Jumat (12/6).
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Bety Rohmawati mengatakan, pihaknya bersama Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), UPS Badan Air Lingkungan Hidup, PPSU Kelurahan Mangga Besar, serta jajaran Kecamatan Taman Sari melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu, di Kali Olimo.
Kegiatan ini dilakukan dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mengendalikan populasi ikan invasif yang berpotensi merusak habitat alami.
"Kegiatan ini memasuki tahap ke-9 operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta Barat. Kami kendalikan ikan invasif ini karena menjadi predator bagi ikan-ikan lain serta mencegah kerusakan turap/infrastruktur perairan akibat lubang sarang ikan sapu-sapu," tutur Bety Rohmawati.
Selain menganggu ekosistem perairan, lanjut Bety, ikan yang kerap hidup pada perairan tercemar limbah ini kerap diburu oknum orang untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan olahan. Padahal, berdasarkan penelitian, ikan sapu-sapu sudah terkontaminasi bakteri E-coli atau salmonella, hingga logam berat.
"Penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Olimo, kami berhasil menangkap sebanyak 104 ikan sapu sapu dengan berat 59 Kg. Hasil tangkapan ikan sapu-sapu dibawa petugas untuk dikubur dalam kondisi mati di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan," tambahnya.
Di tempat yang sama, Camat Taman Sari, Simson Hutagalung mengapresiasi dan mendukung upaya Sudis KPKP Jakbar melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu. Selain mencegah kerusakan turap saluran air juga membahayakan ekosistem ikan lainnya.
"Dengan pengendalian populasi ikan sapu-sapu diharapkan mampu mengurangi kerusakan lingkungan, dan kualitas lingkungan perairan semakin baik serta risiko kerusakan jangka pangang dapat diminimalkan," jelasnya. (why)






