Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat menggelar kegiatan seminar SOLID (sadar olah literasi digital) dengan mengusung tema 'Kerja satset di Era AI: Bekerja Lebih Cerdas, Melayani Lebih Baik' yang digelar di Ruang Wijaya Kusuma Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (16/10).
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan masyarakat umum, menghadirkan menghadirkan tiga pembicara, Chairman AI Forum Indonesia dan Staf Ahli BRIN, Dito Eka Cahya, Kasi Astik Sudis Kominfotik Jakbar, Nur Izzuddin, dan Staf Seksi KIP Sudis Kominfotuk Jakbar, Rendy Yusuf, yang dipandu moderator Kasi KIP Sudis Kominfotik Jakbar, Menta Basita Bangun.
Dibuka Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Barat, Andrie Yuswanto, ia menjelaskan, kegiatan SOLID merupakan agenda rutin jajarannya dalam rangka meningkatkan kemampuan digital ASN dan masyarakat, khususnya Jakarta Barat.
"Perkembangan artifital intelegence (AI) saat ini telah demikian pesat. Berbagai sektor pun telah memanfaatkan teknologi ini untuk mempercepat proses kerja," katanya.
Dikatakan Andrie, tidak hanya mempercepat proses kerja, peran AI juga akan meningkatkan efisiensi dan memberikan pelayanan yang lebih baik. Karena itu, pihaknya terus berupaya mendorong pemanfaatan AI, khususnya di Jakarta Barat agar lebih massif.
Meski saat ini Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 yang telah diumumkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, mencatatkan Provinsi DKI Jakarta dan Kota Jakarta Barat sebagai yang tertinggi di Indonesia, Andrie mengaku, pihaknya menginginkan untuk mendorong agar capaian di Jakarta Barat semakin meningkat.
Apalagi, berdasar hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI) pada tahun 2025, mencatat dari sebanyak 8.700 responden 27,34 persen mengaku telah menggunakan AI. Angka ini meningkat Dair survei serupa tahun sebelumnya yang mencatatkan pengguna sekitar 24,73 persen.
Namun sayangnya, lanjut Andrie penggunaan AI oleh responden untuk produktivitas baru sekitar 12,37 persen dan pembelajaran yang tetinggi sebesar 43,98 persen. Selain itu, juga ada pemanfaatan AI untuk hiburan sekitar 29,52 persen dan asisten virtual sebesar 13,48 persen.
Berdasar data tersebut, Ia berharap kegiatan seminar ini bisa meningkatkan pemahaman AI untuk meningkatkan kinerja di bidang pelayanan publik. Selain itu, AI juga diharapkannya bisa mendorong inovasi baru di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
"Semoga kegiatan ini bisa jadi momentum memperkuat budaya kerja yang sat-set dengan pemanfaatan AI secara cerdas dan bertanggungjawab," terangnya.
Sementara itu, Salah satu peserta yang juga warga RT 11 RW 09 Palmerah, Theodore Ariel Dima mengakui dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi digital tidak hanya melek teknologi, tapi juga soal kemampuan memahami, memilah dan menggunakan informasi secara bijak.
"Saya mengapresiasi Suku Dinas Kominfotik Jakarta Barat sebagai pelaksana kegiatan SOLID, telah membangun dasar keterikatan dan partisipasi warga untuk turut serta membangun ekosistem digital yang sehat dan beretika, dimulai dari Jakarta Barat," tandasnya. (Izu)






