Ribuan pengunjung padati Kawasan Kota Tua, Pinangsia, Jakarta Barat, untuk menikmati Jakarta Light Festival pada malam pergantian tahun 2026, Rabu (31/12).
Jakarta Light Festival diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 30 hingga 31 Desember 2025, dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi salah satu magnet utama perayaan pergantian tahun di Ibu Kota dengan menghadirkan sajian hiburan yang mengintegrasikan unsur seni, teknologi, serta pemanfaatan ruang publik.
Dalam festival tersebut, pengunjung disuguhkan berbagai atraksi, antara lain konser musik, pertunjukan drone, serta instalasi pencahayaan artistik yang memperindah bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua. Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi video mapping menampilkan karya seni digital pada fasad gedung-gedung ikonik, sehingga menghadirkan suasana malam yang dinamis, modern, namun tetap selaras dengan karakter historis kawasan.
Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari luar daerah.
Salah satunya adalah Salsa, warga asal Cikampek, yang mengaku sengaja datang ke Kota Tua untuk merayakan malam tahun baru. Meski awalnya tidak mengetahui adanya Jakarta Light Festival, ia merasa puas setelah menyaksikan langsung rangkaian acara yang disuguhkan.
“Sebenernya sengaja ke sini buat tahun baruan. Awalnya juga nggak tahu kalau ada acara seperti ini, cuma pengin ngerayain tahun baru aja. Tapi pas tahu ada acara ini, ternyata seru dan nggak nyesel sama sekali,” ujar Salsa.
Ia menuturkan bahwa dirinya sudah berada di kawasan Kota Tua sejak siang hari bersama rekannya demi mendapatkan pengalaman penuh menikmati acara. Meski sempat diguyur hujan, hal tersebut tidak mengurangi rasa antusiasnya.
“Datang dari jam tiga siang, sempat hujan-hujanan juga, tapi nggak masalah. Kita memang datang cuma buat nonton ini,” tambahnya.






