Pimpinan Forum Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat merayakan malam tahun baru 2026 dengan mengadakan kegiatan doa bersama lintas agama sekaligus mengajak masyarakat untuk menggalang donasi buat warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera.
Hal itu disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, sesaat melakukan monitoring layanan pengamanan malam tahun baru 2026 di wilayah Jakarta Barat.
Monitoring diawali dengan Apel Gelar Pasukan Pelayanan Pengamanan Malam Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (31/12) sore.
"Setelah apel kita lanjut monitoring dan kuesioner pelaksanaan pelaksanaan malam tahun baru di Jakarta Barat. Ada dua titik utama (perayaan tahun baru 2026) yakni kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Kawasan Wisata Kota Tua," ujar Iin Mutmainnah.
Hadir pula Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Dandim 0503/JB, Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifal, dan Kepala Kantor BPN Jakbar, Shinta Purwitasari.
Lebih lanjut, Iin Mutmainnah mengimbau kepada masyarakat yang merayakan tahun baru tidak dilakukan dengan euforia yang berlebihan. Ia mengajak masyarakat untuk berdoa bersama serta berdonasi buat warga yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
Donasi dilakukan secara spontan dengan menggandeng Baznas Bazis DKI Jakarta melalui sistem pembayaran digital (QRIS).
“Kami mengajak masyarakat yang hadir malam ini untuk berdonasi sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Sumatera dan Aceh,” ungkapnya.
"Semoga pada malam pergantian tahun ini, selain bersyukur atas kesehatan yang kita miliki, kita juga bisa berbagi dengan mereka yang sedang tertimpa musibah." sambungnya.
Tak lupa juga, Mantan Kadis PPAPP DKI itu mengajak masyarakat untuk merefleksikan pergantian tahun dengan cara sederhana, tanpa euforia berlebihan seperti petasan dan kembang api.
Di tempat yang sama, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, menyampaikan bahwa pengamanan malam tahun baru 2026 melibatkan sekitar 1000 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah daerah dan potensi masyarakat.
“Kita hari ini telah mengerahkan sekitar 1.000 personel gabungan untuk mengamankan 77 gereja yang masih melaksanakan ibadah malam tahun baru,” ujar Twedi.
Selain lokasi ibadah, lanjut Twedi, fokus pengamanan juga dilakukan pada sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat, yang dinilai akan dipadati masyarakat pada malam pergantian malam tahun baru 2026.
"Pengamanan di seputaran kantor wali kota dan Puri Kembangan, juga pengamanan di Kota Tua serta satu lagi ada pengamanan di Podomoro City. Karena di Podomoro City juga itu ada mal, kemudian ada ibadah yang dilaksanakan di situ, serta ada pertunjukkan musik," jelasnya.
Twedy menambahkan, pihaknya juga mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi peredaran minuman keras, narkoba hingga pencurian di rumah kosong yang ditinggal penghuninya saat merayakan tahun baru 2026.
"Patroli tetap, itu dilakukan tiga pilar. Jadi pada saat malam Natal, hari Natal, dan hari-hari libur, termasuk malam tahun baru melaksanakan antisipasi adanya pesta-pesta miras maupun pesta narkoba," ujarnya. (why)





